Monthly Archives: April 2011

Catatan Bulan April

Tiba-tiba sudah sampai bulan April lagi!! Hari Kartini lagi!! Mendadak semua orang ngomongin emansipasi.

Emansipasi itu apa sih??

Terus, emansipasi wanita itu apa lagi??

Perempuan bekerja sebagai juru masak di kapal pengeboran lepas pantai, emansipasi? Yang ini saya dengar dari radio Suara Surabaya, sebagai insert khusus bulan April, menyambut hari Karini.

Perempuan bekerja sebagai pelatih harimau di taman safari, emansipasi? Ini juga dari Suara Surabaya.

Perempuan bekerja sebagai penarik becak, emansipasi? Yang ini ada di Kick Andy

Jangan-jangan… emansipasai adalah : 1 hari ngantor pake kebaya dan konde? Kayak yang kita lihat pas tanggal 21 kemarin.

Atau….. emansipasi adalah pake baju ala kartini, dan baju tradisional daerah lain nya, dan berkarnaval keliling kampung, kayak yang di lakukan adik-adik kita di TK dan SD??

Saya bahkan curiga, kalau emansipasai perempuan adalah lomba-lomba bodoh, seperti : lomba lari pake jarik plus kebaya, lomba sepak bola pake jarik dan konde…..

Atau….. lomba-lomba skill yang sarat pesan gender, seperti : lomba ibu-ibu masak, lomba jeung-jeung pasang konde, lomba rias, dan…. lomba ibu-ibu pasang dasi ke pasangan masing-masing…… (mungkin ini adalah penafsiran emansipasi yang paling mengenaskan, di antara pilihan di atas….)

Tahun lalu, salah satu blog langganan saya, sepatu merah, bikin posting soal emansipasi ini, dan sukses menambahkan pengetahuan saya tentang emansipasi!!

Jadi… sodara-sodara… emansipasi adalah :

emansipasi atau emancipation, yang berkata dasar emancipate berasal dari bahasa Latin : emancipatus/emancipare, yang artinya : declare (someone) free, give up one’s authority over. Sedangkan menurut kamus, arti dari emancipate sendiri adalah :  (1) to free from restraint, influence or the like; (2) to free (a slave) from bondage.

Arti umumnya adalah mem-BEBAS-kan!! Me-MERDEKA-kan. Kalau emansipasi perempuan, artinya kira-kira : memerdekakan perempuan. Dari apa?? Dari kebudayaan patriakal, dari stereoptype-stereotype tak berguna, yang di bentuk dari prasangka yang hanya di dasari dari gender semata.

Lha… kalo setiap ngomongin hari Kartini, trus kita mikirnya langsung pake kebaya+jarik+konde….. Menurut loh, kita sudah meng-emansipasi Kartini (wanita)??

Kalo lihat perempuan dandan cantik, terus otomatis yang terlintas di kepala adalah : perempuan tak berotak, bisa nya cuma mengandalkan fisik…. Menurut loh? Apa kita sudah membebaskan perempuan dari prasangka-prasangka sarat bau gender?? Suatu ketika, pimpinan Republik Cinta Management,  bilang di salah satu infoteinment : perempuan itu harus lembut, perempuan ngga boleh keras, ngga bisa itu! Yang ada, perempuan itu lembut, laki-laki keras, saling melengkapi!! Ini lah salah satu bentuk stereotype tak berguna, produk budaya patriakal. Perempuan yang bawaan nya ngga lembut, juga ciptaan Tuhan yang sempurna, bukan cacat produk!!

Lalu….kalo perempuan yang bekerja di sektor ‘lelaki’, itu emansipasi bukan?? Ini yang saya heran kan…. Di dalam tatanan  bahasa Indonesia, kita nih ngga mengenal maskulin-feminin-netral. Buat yang belajara bahasa Jerman-Prancis…. rasain loh!! *hihiihihi* Tapi… entah gimana awalnya, kok bisa ada “pekerjaan laki” dan “pekerjaan perempuan”, dalah kehidupan kita?? Kenapa memasak jadi “pekerjaan pere” dan betulin mobil jadi “pekerjaan laki”?? Lalu apa kabar para chef? Kenapa kita ngga bisa biasa-biasa aja memandang pekerjaan, tanpa harus memberi mereka atribut feminin atao maskulin?? Kecuali… pekerjaan itu emang butuh hal khusus yang tak bisa digantikan jenis kelamin seberang nya…… Bayangkan, kerjaan apa kah itu gerangan?? Kerajaan yang butuh kenti, ato kerjaan yang butuh V?? Hahaha!! Saya tahu! Pasti kerjaan sebagai donor sperma! Pasti laki! Ya khaaaaan?

Jadi pilot, jadi dokter, jadi tukang masak, jadi tukang jahit, jadi tukang pel, jadi baby sitter…..dll dll, ngga ada yang butuh kenti dan V! Jadi, siapapun bisa bikin, ngga ada yang aneh….

Perempuan-perempuan yang bekerja jadi kuli bangunan, tukang becak, dan kerjaan-kerjaan sejenis yang benar-benar mengandalkan fisik, apa itu emansipasi? BUKAN! Itu adalah keterpaksaan yang tumbuh dari rasa tanggung jawab yang besar. Seperti penarik becak yang di wawancarai di Kick Andy, dia terpaksa melakukan pekerjaan itu, karena ngga punya modal dan keahlian lain. Sementara suaminya, mantan tukang becak itu, sakit, ngga bisa narik becak lagi, padahal kita semua tahu, hidup butuh duit.

Jadi……..suadahkan kita meng-emansipasi perempuan? Iya, sesama perempuan juga mesti saling mengemansipasi, karena, sebenarnya, justu banyak banget prasangka dan stereotype yang di tempelkan pada perempuan, justru datangnya dari sesama perempuan juga!!

Lalu, bebaskan Kartini dari kebaya+jarik+konde!! Dia jauh lebih berarti dari cuma sekedar dandan standard perempuan jawa, karena jelas, dia ngga “standard”!

Bagi saya, Kartini adalah perempuan yang berani bermimpi. Mimpinya pun dasyat, karena di zaman ia hidup, di lingkungan ia besar, hal yang ia impi kan ini benar-benar cuma impian! Bahkan mungkin, ngga ada yang pernah meng-impi-kan nya, karena itu ngga real. Impian nya adalah : perempuan mendapat pendidikan yang setinggi-tinggi nya. Super sederhana, tapi saat itu, impian ini kedengaran nya kayak Thomas Alfa Edison ngomongin lampu. Benar-benar ngimpi!! Dan, Kartini benari mewujudkan nya! Kalo cuma mimpi, semua orang bisa, tapi, mewujudkan, membuat perubahan…… ya maaf, yang lain bisanya cuma ngedumel di blog *itu akyuuuuuu* Kartini semula menolak praktek poligamy, karena ia melihat obyek penderita system ini, yaitu ibunya sendiri, serta istri-istri bapak nya yang lain. Tapi akhirnya dia mau menjalani poligamy, ketika menikah dengan bupati Rembang. Karena ia tahu, sebagai perempuan yang belum kawin, dia malah di pingit, ngga bisa apa-apa. Tapi, sebagai istri bupati, dia justru mendapatkan kelonggaran beraktifitas, plus kekuasaan, sehingga dia bisa memulai membuat sekolah untuk perempuan. Kartini mau dan berani berjuang untuk mewujudkan impian nya…..

Jadi….. sayang sekali kan, kalau kartini cuma di sejajarkan dengan kostum khas Jawa tengah, karnaval, dan lomba-lomba konyol itu…..

Selamat hari Kartini semua!!

Saat nya memanjakan lidah, menyiksa kantong = Patisserie Francois

Oh iya…. saya cintaaa banget sama yang namanya makanan. Apa lagi, makanan E.N.A.K!! Sebenernya saya bukan spesialis makanan internasional  mahal, sih…. tapi entah kenapa, informasi yang nyantol di saya, biasanaya adalah yang internasional mahal itu tadi.  Misalnya, resto prancis yang namanya Patiserrie Francois ini. Setiap hari….. ad-lips nya di baca in di radio tempat saya stay tuned. Secara radio itu on terus selama saya ada di ruang kerja, dan…. saya menghabiskan sekitar 80% hidup saya di sana, ter-cuci otak-lah saya sama ad lips itu. Ternyata…..emang advertisement really matters ya!! Lhoo…. saya kan cuma mendapatkan info aja, bukan termakan iklaaan!! *membela diri mode on* Setelah menyusun rencana ruwet, di putuskan saya akan pergi ber 4 aja, dengan komposisi 1 laki 3 pere.

Akhirnya, di hari minggu yang ga cerah-cerah amat, secara Surabaya akhir-akhir ini emang cloudy melulu, di sertai hujan dan angin sporadis di beberapa tempat *sudah berasa kek dengerin prakiraan cuaca di tivi belom??* Saya meluncur *cieeee* ke Grand City. Mall yang selama pembangunan nya saya sumpahin biar di ganggu dhemit-pekerjanya kecelakaan mulu-bos nya serangan jantung!! Kejem ya bow…. hahaha!! Soalnya, tanah yang di pake mbangun mall itu, dulunya tanah kosong extra besar, yang di pagari tinggi. Dari balik pagar, terlihat pohon-pohon gedhe sisa zaman pra-pertumbuhan kota Surabaya.  Lokasinya bener-bener strategis, pusat kota, persimpangan kesegala arah!! Para pemilik modal melihatnya sebagai : Sumber uang. Saya melihatnya sebagai : Paru-paru tengah kota. Jadiiiii… ketika pohon-pohon besar nya mulai ditebangin, saya pun menyumpah-nyumpah…. hahahahha!! Well, dari puluhan calon mall dan dan perkantoran yang akhirnya mangkrak setelah 60% di bangun, Grand City adalah salah satu yang berhasil selesai, dan beroperasi.  Hm…. tentu nya yg punya modal kuat banget! Pantesan bisa nyogok para dhemit di pohon-pohon besar itu, sehingga mereka mau di relokasi!! (makluuum, namanya juga blog pribadi, isinya prasangka pribadi,  serta halusinasi pribadi! hahaha!)

Parkiran sepeda motor Grand City mall ada di bawah gedung….. well, saya terkesan. Secara, biasanya parkiran sepeda motor di mall selalu beratap awan, berlampu matahari, dan pake layanan cuci gratis kala musim ujan.  So far,  mall nya masih kosong, tenant nya pada belom muncul. Tapi, tenant makanan malah banyak yang sudah siap loh!! Salah satunya ya Patisserie Francois ini.

Untuk pertama kalinya, saya makan escargot!! Kalo makan keripik bekicot, atau krengsengan bekicot sih sudah sampe bosen!! Tapi, escargot lain!! Selain jumlah nya yang cuma 5 biji, dengan harga hampir 40 rebu, perbedaan escargot dengan krengsengan bekicot adalah, rasanya creammy banget!! Empuk juga…. dan cream nya, aduuuh saya bangettt!!

Saat melihat menu, dengan sombong, 3 pere ini beli 1 pizza, kan takut nya gedhe banget, secara ada yang on diet *yang jelas bukan saya!!*. BTW, resto prancis kok punya pizza ya bow? Pizza nya muncul. Beda ama pizza di resto itally yang biasa saya kunjungi (bukan Pizza Hut!!!) beda tekstur kulit pizza, beda aromanya, dan beda UKURAN!! Iya, ini ukuran nya imut bin cute! hahaha!! Akhirnya, kita nambah salmon fetucini. Pizza nya enak, hangat, kejunya berasa, at least cocok lah sama selera kami, kalo harga?? Ya…. makanan internasional di resto mall…. segitu-itu lah, 60 rebu an buat pizza nya.

Satu-satu nya lelaki dalam group kita, makan Steik Salmon. Salmon nya enak, relatif segar (bagus lah, jangan sampe resto mahal ikan nya ga segar!!) Salmon steik nya di lumuri saus lemon yang segar… hmmmm. Sayang banget, saya cuma makan secuil… Ya iya lah!! Secara dalam “Pakta Per-incip-an ” yang kami setujui bersama, di nyatakan bahwa : kami bersedia saling memberikan maximal 20% dari isi piring kami ke sesama anggota, demi pengetahuan makanan yang lebih luas, antar sesama anggota.  Steik salmon ini harganya 110 rebu!! *ya sudah lah, emang segitu an*

Fetucini salmon pesanan kami muncul. Dari tampilan nya…. benar-benar menggoda!! Saus cream nya menantang untuk di jilat-jilat….. Salmon chunk nya memanggil untuk di cuil-cuil!! Dan lagi-lagi….. ini enaaakkkk!! I love creamy-cheesy-fatty-sauce!! Dan…. i love salmon with all my heart, matang ato mentah sama aja, yang penting segar!! *cleguk* Harganya? 80 rebu an….. *mursidaaaa… kemaren dinner 1 orang abis 5 jeti, jgn kek orang susah deeehhh! Tampaarrrr!!!*

Kesimpulan : mau ngulang ke sana lagi!!! *sambil nge cek selebaran discount credit card. Damn!! Kok belum ada sih!!*

Budaya “Nyampah”

Iya……budaya untuk memproduksi sampah, memakai sampah, dan pada akhirnya, karena emang itu semua dari awalnya adalah sampah, maka seluruh barang produksi itu akan berakhir di SAMPAH! Bowww… sampe pake capital S.A.M.P.A.H lhoo… kebanyakan dengerin lagunya Lady Gaga, Born this way, sih… kan dia bilang “no mather if u love him, or capital H I M m..m…m…(echo nih!)

Misalnya, kopi yang di kemas dalam bungkus kecil-kecil. Plastik pembungkusnya yang sengaja di produksi, gunanya emang hanya untuk di buang, alias jadi sampah. Air minum dalam kemasan, botolnya juga di produksi hanya untuk di jadikan sampah.  Apa lagi tas kresek, ga perlu di jelaskan lah. Sekarang mulai ada plastik yang tergradasi, tapi saya belum baca review lebih lanjut, itu tergradasi beneran, ato cuma ancur aja, tapi racun nya tetep bersemayam di dalam tanah. Sumpit sekali pake buang, dari namanya aja dah tercermin, kalo sumpit itu adalah sampah.

Belum lagi…. barang-barang centil gantungan cellphone imut-imut, murah-murah. Daya tahan nya sesuai dengan harga, dan life style gampang bosan. Alias, cepet rusak malah baek, bisa beli model lain. See….. gantungan cellphone itu dari awal diproduksi nya, emang di rencanakan untuk jadi sampah, ngga lebih.  Jepit rambut yang mengandung unsur murah-imut-china, yang bakal rusak sebelum empunya bosan? Banyak item fashion yang di produksi untuk jadi sampah….. Karena itu, saya setiap kali melewati toko barang-barang fashion macam itu, yang terlintas dikepala saya adalah : Jualan sampah!!

Begitu banyak barang di produksi di dunia ini, hanya untuk di buang secepat nya! Ada sih fungsi nya, tapi….. fungsi nya kecil dan singkat, sehingga cuma jadi “selilit” diantara produksi dan sampah itu tadi.

Padahal, memproduksi kan butuh sumber daya alam, tenaga dan uang!! Soalnya, konon barang-barang itu cuma berubah bentuk aja, ngga ada yang di produksi dari total HAMPA.  Jadi, untuk memproduksi 1 item sampah kecil yang bernama paper cup, ada pohon yang di tebang, ada mesin yang berjalan, ada bahan bakar yang terpakai, ada air mengucur, dan tentunya tenaga manusia, untuk at least memencet tombol ON mesin produksi……

Dan terbuang lah semua tenaga dan uang itu besama sudah- bosan- cari- model baru. Atau menjadi sampah bersama sekali-pake-buang-modern-praktis!!

Di beberapa negara Eropa yang mapan, standard “ke-keren-an” sebuah resto adalah “kesiapan”. Jam berapa pun pelanggan order, barang harus selalu siap! Gitu deh! jadi, kalau 30 menit dari jam tutup ada pelanggan datang, semua pilihan harus lengkap! Itu lah resto KEREN!! Lalu…. kemanakah makanan-makanan yang ga bisa disimpan lagi itu? Misalnya donat di etalase, ngga mungkin juga di simpan buat besok. Siapa yang makan? Dengan sangat menyesal saya katakan, tempat sampah yang memakan nya! Jadi, pekerja resto akan menyiapkan SAMPAH untuk memenuhi etalase, 30 menit sebelum resto tutup, karena ada 2 pelanggan datang! Iya, sampah, karena, 30 menit kemudian, donat itu benar-benar ada di tempat sampah!

Setelah mendengar cerita tentang sampah di resto Luxembourg ini, saya berjanji untuk menghilangkan semua ke BT an saya, atas semua resto yang makanan nya ngga ready saat saya order. Saya bersyukur, saya bisa masuk toko kue terkenal di Surabaya, 1 jam sebelum toko tutup, dan mendapati rak nya kosong-kosong. Saya bersyukur bahwa di Surabaya, standard ke-keren-an resto/toko makanan adalah, barang cepat habis! Kalau mau banyak pilihan, harus datang agak pagi!! Itu namanya KEREN!

Semoga saya ngga terseret jadi pelaku aktif budaya “nyampah” ini……. Amin

Tanjung Papuma, Jember

Sebenernya, agak lama juga dengar soal pantai yang satu ini, Tanjung Papuma. Jember ngga jauh-jauh amat, tapi entah kenapa ngga juga ke sana dari kapan hari, sampe nunggu ada job poto, baru berangkat.

Jalan nya ke Jember, kalau pake mobil, 6 jam!! Iya, semenjak ada lumpur Lapindo, semua jadi berubah, plus macet di sana-sini….. Tapi, kalau pake kereta api, masih lumayan, 3 jam, katanya. Iya, katanya, secara saya ngga nyoba sendiri naek kereta.

Pantai Papuma ini, tepatnya sih di Kabupaten Jember, yaitu sekitar 1 jam dari kota Jember. kurang lebih 45KM ke arah selatan kota Jember.  Pantai yang terkenal di kabupaten Jember ada beberapa, salah satunya adalah Watu Ulo, yang bertetangga dengan pantai Papuma ini. Papuma pasirnya putih, sementara watu ulo pasirnya hitam. Padahal, kedua pantai ini sejajar, dan jaraknya ngga jauh loh…. Paling-paling 15 menit pake mobil. Kok bisa?? Ya… mana kutahu lah, coba di tanya sama ahli geologi atau ahli kelautan gitu.  Pantai ini di kelilingi hutan, serta sawah. Jadi, biar ngga bosen, boleh deh jalan-jalan di hutan dulu, baru ke pantai. Katanya, lagi-lagi katanya, secara saya ngga lihat sendiri hewan-hewan itu, di hutan ini banyak binatang, kayak babi hutan, landak, burung dan rusa. Saya jalan-jalan di hutan sebentar, tapi hutan jati sih, mana ada hewan tinngal di hutan jati, kecuali semut?? Kalau ke sana, enak pake kendaraan pribadi deh, secara saya sama sekali ngga kelihatan kendaraan umum di sana. Dari jalan besar, masuk ke pantai Papuma jauuuuh loh!! Kalo mo jalan, bisa kali ya 3 jam an gitu, mbelain banget!! Kalau saya harus jalan masuk, saya pasti nginep di sana! Kalo engga, rugiiii! Di Papuma ini banyak penginapan, degan segar, dan warung ikan bakar!! Enak juga ikan nya! Mereka punya ikan yang khas, namanya  Putian, dan saya ngga seberapa ngerti, ikan jenis apa apa itu?? Harga nya? maaf… secara saya di traktir, jadi ngga tahu apa harganya “a la tempat wisata” atau “a la sewajar nya” .

Tanjung Papuma dan Jember, bener-bener worth visit!!

PhotoShop = Criminal

Kek nya serius nih, photoshop mesti digolongkan ke dalam “dangerous program”, dan…. orang yang mengoperasikan nya, mesti di masukkan ke dalam golongan kriminal!! Semakin lama saya bergaul dengan program pengolah image yang satu ini, semakin yakin lah saya, kalau saya+photoshop= penipu =kriminal.

Coba perhatiin deh, sekarang ini, yang namanya standard kecantikan itu datang nya dari iklan-iklan. Sabun pencerah kulit, modelnya putiiiihhhh muluuusss, muke nya pun berpendar-pendar di bawah sinar matahari. Iklan lotion pelembab pun, modelnya tampak putiiiihhhh bersinar-sinar. Iklan shampoo, modelnya berambut hitam legam, tak lupa kulit wajah terang benderang.  Bahkan beberapa produk non kecantikan sekali pun, menampilkan model yang kulit wajah nya putih cerah dan mulus. Sehingga, perempuan-perempuan pun secara masal mempercayai, bahwa wajah yang “layak tampil” adalah wajah yang putihcerah, bersinar di bawah mentari.

OK…. kita ngga mau lihat orang jelek wara wiri di majalah, di pampang besar di billboard, serta di tivi….. Jelas!! Bikin sakit mata aja!

Tapi….. bagaimana kalau kami, para editor, dengan bantuan photoshop (dan para editor video, dengan AfterEffect nya) “menyempurnakan” tampilan model? Sehingga kelewat sempurna, sehingga model itu jadi ngga real??

Sekarang ini, hampir ga ada 1 file foto pun yang ngga melewati proses pengeditan. Dan kayak nya, manusia semakin hari seamakin  menikmati keberadaan photoshop ini .  Seperti orang yang kecanduan, semula hanya porsi kecil “OK, cuma menghapus keringat” lama-lama dosis nya nambah “cuma menerangkan warna kuli saja”. Lalu, tanpa disadari, “kecilin lenganya, kecilin paha, besarin dada, besarin mata, perhalus tulang pipi, dll, dst, dsb”.

Dan seperti sekelompok manusia yang denial habis-habisan, kami mempercayai bualan kami sendiri!! Banyak orang yang tahu kalau foto selebritis (model) yang mulus aduhai itu sudah di edit habis-habisan, tapi teteeeeeep kami percaya bahwa, seperti itulah orang yang layak tampil!! Artinya, yang layak tampil itu NGGA ADA!! Ngga real!! Mereka cuma ada di dalam komputer!

Sorry, perfection belongs to the computer only!! Jadi, berhentilah memelototi iklan, dan berharap punya penampilan kek selebritis-selebritis itu!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 497 other followers