Monthly Archives: January 2012

Si Lola Pergi Kawinan

Sering dong…., datang kawinan, apa lagi yang dah umur-umur matang gitu. Pernah ga,  memperhatikan lagu-lagu yang sering muncul di acara kawinan?

Sebagai cowboy kawinan yang  berpetualangan dari kawinan ke kawinan, saya jadi sering memperhatikan lagu-lagu itu. Dulu kala….. mempelai masuk ruangan resepsi pake march wedding yang legendaris itu.  Legendaris yang saya maksud itu : kuno gituuu.  Kemudian masuk era “From this momment” Itu… lagunya Sania Twain, emang syairnya kawinan banget! Ga peduli rumah tangga Shania Twain sendiri berantakan, yang penting lagunya merajai arena kawinan se Surabaya. Sampai hari ini, “from this momment” tetep muncul di video-video dokumentasi kawinan loooh!!

Sekarang pilihan semakin meluas, ada “Marry you” by Bruno Mars, ada”The Prayer” by Josh Groban, “Thank God I found You” by Mariah Carey, “I Finally Found Someone ” by Bryan Adams & Barbara Streisand“Pieces Of Me” by Ashlee Simpson, dan lain-lain, cari di blog lain aja, yg sengaja bikin list lagu kawinan.

Untuk versi Indonesia, ada “Akhirnya Ku Menemukanmu” by Naff,  “Kasih Putih” atau “Kisah Romantis” by  Glenn Fredly, “Begitu indah” by Padi, “Janji suci” by Yovie n Nuno, dan lain-lain.

Dari semua lagu bertabur kalimat cinta yang romantis, ada satu lagu yang menggelitik hati saya. Bikin geliiii gitu. Lagu ini hampir bisa dipastikan muncul, kalo engga penyanyi kawinan nya yang bawa in, pastilah penari nya yang pake!! Lagu legendaris nih! Jangan lupa, legendaris = KUNO. Lagunya rancak, bikin suasana ceria, dan cocok banget buat pesta-pesta. Apa itu??

Copacabana by Barry Manillow!

Yang bikin saya geli itu :

Ini bukan lagu tentang menikah,

bukan pula harapan tentang cinta yang indah,

apalagi romanti!! Engga sama sekali!

Emang…. Copacabana adalah lagu CINTA, tapi…… cintanya TRAGIS!

Her name was Lola, she was a showgirl
With yellow feathers in her hair and a dress cut down to there
She would merengue and do the cha-cha
And while she tried to be a star, Tony always tended bar
Across a crowded floor, they worked from 8 till 4
They were young and they had each other
Who could ask for more?

Sampe sini lagu cinta dong…. Soal si Lola, sang penari cha-cha di sebuah bar, yang berpacaran dengan bartender bernama Tony.  Lola si penari yang sedang menuju puncak, dan Tony bartender yang selalu bekerja keras, pasangan yang serasi.

His name was Rico, he wore a diamond
He was escorted to his chair, he saw Lola dancin’ there
And when she finished, he called her over
But Rico went a bit too far, Tony sailed across the bar
And then the punches flew and chairs were smashed in two
There was blood and a single gun shot
But just who shot who?

Lalu datang si Rico yang pake perhiasan berlian (baca : tajir!). Dia ngegodain si Lola. Tony ga suka dong! Laki dong, tonjok dong! Barantem deh mereka. Lalu, tiba-tiba terdengar suara tembakan, lalu darah bercecer!! Siapa yang ketembak?? Jawabnya ada di bait selanjutnya.

Her name is Lola, she was a showgirl
But that was 30 years ago, when they used to have a show
Now it’s a disco, but not for Lola
Still in the dress she used to wear, faded feathers in her hair
She sits there so refined, and drinks herself half-blind
She lost her youth and she lost her Tony
Now she’s lost her mind!

Kisah Lola berlanjut…… 30 tahun kemudian, Lola udah ga laku nari cha-cha di bar. Tapi Lola tetep dandan kayak penari jaman dia masih terkenal dulu! Kenapa? Soalnya Lola udah hilang ingatan! Begitulah, nasib si Lola, dia udah ga muda lagi, Tony-nya dah mati ketembak Rico, dan dia pun jadi gila deeeh…..

Begitulah kisah tragis cinta si Lola yang selalu di nyanyikan dengan nada crescendo ceria di kawinan-kawinan……

 

 

 

 

Art Work of The Month!!

Lagi suka sama batik madura…..

lagi suka nggambar ala fashion illustrator….

The Real Indonesia

Apa sih the real Indonesia? Kek apa sih, yang dinamakan Indonesia yang sebenarnya?? Ini pertanyaan yang lagi hot-hot nya di dalam kepala saya.

Akibat dari acara terdampar ga jelas di Jakarta seminggu, saya jadi nya keluar masuk mall. Ngelihatin baju ma sepatu, sebentar juga dah kelar, sebelum saya mati bosan, langsung menuju ke toko buku dong! Ngga semua buku bisa dibuka emang, tapi at least bolak balik cover nya buku-buku import tuh sudah lumayan lah….. bisa di bilang foreplay yang OK. Kalo boleh buka dan baca, baru deh, orgasm! Hihihiih!!

Tapi….. Sulit tentunya. Eh, kecuali di “The Times”, Karawaci! Di toko buku itu, banyak kursi-kursi yang cozy, bisa baca-baca di sana! Wih! Surga banget lah! Sayang nya….. entah kenapa ya itu AC kok kutub utara mode ya? Emang nya polar bear mau mampir baca buku, gitu??

Balik ke perkara “the real” indonesia tadi. Saya lihat-lihat koleksi buku fotografi import. Banyak juga buku kumpulan karya fotografer bule terkenal (sayang nya saya kok ga kenal! Tahunya Darwis doang! hahahha!) yang obyek foto nya adalah Asia. Banyak foto-foto Indonesia.

Ada foto pemandangan…… cantik!

Dan banyak foto kemiskinan…… sedih!

Foto anak-anak di lampu merah, foto slum di Jakarta, dan sejenis nya. Obyek-obyek macam ini entah kenapa begitu menarik….. (terutama dikalangan bule) Banyak orang bilang, inilah the real Indonesia!

Masa??

Teman saya menawari saya berakit di teluk Jakarta, atau di sungai Ciliwung. Lihat apa? Lihat slum, lihat kemiskinan, lihat gimana orang hidup dengan standard hygiene yang tak terdaftar di list nya WHO.

Saya ngga mau, ngga minat. Teman saya bilang, temen-temen bule nya suka banget! Saya ngga heran.

Backpacker meng klaim mereka tahu the real Indonesia, karena mereka selalu naik transportasi umum yang paling murah. Dan bilang kalo tourist bebek ngga tahu the real Indonesia, soal nya mereka naik bus tour (Tourist bebek : tourist yang di gembalakan oleh guide red.)

Begitukah??

Jadi, the real Indonesia adalah :

Kemiskinan dan transportasi yang amburadul

Hmm……. gimana ya? Saya kok ngga setuju! Indonesia emang bukan negara dengan penghasilan perkapita yang aduhay, tapi….. kemewahan juga adalah bagian dari Indonesia juga lho!! Mobil jaguar yang lalu lalang di Jakarta adalah kenyataan, dan gaji Nikita Willy yang konon sehari 15 juta rupiah juga real!! Bangunan pencakar langit di Jakarta juga nyata, berfungsi efektif, menampung ratusan pekerja kantoran! Bukan cuma sekedar bangunan 2 dimensi, kayak settingan film!! Lalu…. apa kabar dengan saudara-saudara kita yang hidup dengan cara yang sederhana dan tradisional di pelosok Papua? Apa mereka juga the real Indonesia? Lha terus… saya, cewek kota yang tinggal di Surabaya ini fake??

Di Indonesia, orang kaya nya sama real nya dengan orang miskin nya! Emang sih….. orang miskin nya banyak an….. Namanya juga negara sedang berkembang.  Tapi tetep, ngga adil rasanya kalo yang di klaim sebagai the real Indonesia cuma kemiskinan dan trasportasi yang kacau balau aja!

Indonesia adalah negara yang besar dan super kompleks, dan itu semua adalah real!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 497 other followers