Category Archives: being a CS-er

Jangan nge-judge plisssss….!

Saat ini, saya lagi bertanya-tanya : Saya ini suka nge-judge ga ya??

Selama ini saya suka BT bin sensitive kalo dengerin orang nge-judge….. Biasanya, kalo lawan bicara mulai nge-judge, saya bakal diem aja. Males banget ngasih tanggapan.  Bukan gara-gara yang di omongin sodara saya loh…. orang lain yang saya ga kenal pun, saya ga suka denger nya.

Nah, pertanyaan nya, jangan-jangan saya juga demen nge-judge ya? Kan sering tuh, kasus nya, ada orang berkotbah ke mana-mana soal gaya hidup sehat, eh… ternyata diri sendiri merokok kayak lokomotif jaman penjajahan Belanda.  Atau yang lebih parah, homophobia banget, ga tahu nya… deep inside homo on denial! Jreng!! Jangan-jangan, saya juga suka tanpa sadar nge-judge? Temen-temen…. jangan d timpuk sandal plissss…..

Beberapa hari yang lalu, saya dapat e-mail dari orang Vietnam, tanya info rent car. Teringat bahwa saya pernah di tolong habis-habisan sama cewek Vietnam soal rent car juga, di Saigon, sayapun terpanggil untuk jadi hero bagi cewek Vietnam ini. Secara rute nya yang costumize banget, saya pun harus nanya kesana kemari soal harga. Setelah muncul harga, yang 7 digit gitu, secara dia minta nya ini itu, termasuk speaking english driver, si VN shock….. Over budget kata dia.

Kakak saya ngomel-ngomel panjang pendek. “Dia pikir Indo murah-murah gitu?? Ya yang wajarlah”. Ya, sebenernya harga itu bagus kok, bisa dibilang murah, bahkan! Tapi…. kalo ga ada duit, ya mo dibayar pake apa coba? Saya sendiri ga bakal menurunkan harga, gimana mo turun, kalo yang bikin harga bukan saya?? Akhir nya, si VN menurunkan standard. Saya pikir itu fair enough lah, kalo ngga mampu bayar hotel bintang 4, ya ga usah minta fasilitas continental breakkie buffet, fitness ama kolam renang laaaaah!!

Tapi, yang empunya rental mobil punya pemikiran lain. Setelah saya beritahu kalo penumpang nya adalah orang VN, dan minta speaking english driver, dia langsung membangun illusinya sendiri. Touris bule nih, kaya nih, duit banyak nih….. Terus, pas saya minta turun standard, karena harga yang awal overbudget…. BT lah dia. Saya mengerti, emang sakit banget, kalo kenyataan ngga seindah khayalan! Jatuh terhempas di dunia nyata, setelah melambung tinggi bersama expektasi emang ga enak! hahaaha!

Diapun mulai mengeluarkan kata-kata ngga enak, termasuk “Vietkong kere dan pelit”.

Well, kenapa mesti nge-judge sih?

Setiap orang kan punya kebutuhan  masing-masing. Hanya karena ngga mau mengeluarkan uang, langsung dikatain pelit, dan kere?

Beberapa hari yang lalu saya kedatangan tamu, traveler Spanyol. setelah 1 hari dirumah saya, mendadak ada request dari cewek British, anggota CS juga. Karena saya sudah pernah kenal si British, saya langsung terima aja. Setelah beberapa kali kesempatan, saya, si Spanyol dan si British itu ngobrol-ngobrol, mulai lah si Spanyol nge-judge.

Cuma gara-gara si British pake gelang funky, dan suka shopping, si Spanyol ngatain si British itu payah. Dia juga bilang si Bristish itu payah, karena dalam waktu 1 tahun dia tinggal di Indonesia, si Bristish itu ga bisa bahasa Indo. Iya, si Spanyol itu bisa bahasa indonesia lumayan, biarpun kacau. Tapi, secara dia emang crewet nya minta ampun, bicara adalah kebutuhan nya, ya… pantas lah dia berusaha balajar bahasa Indo, soalnya Inggris kurang merakyat di sindang!

Tapi, ngga mesti nge-judge si British juga kan?

Bukan karena saya ngga terlalu bisa bahasa asing, dan ngga terlalu tertarik bahasa, trus saya nge belain si British….. Saya cuma mikir…. perlu ngga sih, menilai seseorang itu payah gara-gara 1 tahun ngga belajar bahasa lokal? Atau karena dia lebih memilih Bali dan Jakarta, daripada blusukan di Papua, cari orang berkoteka? Kan kita bisa menilai seseorang dari parameter lain yang lebih dalam??

Hhmmmm…. entah lah… Semoga saya jadi orang ngga gampang nge-judge

Suddenly Bangkok part #3 (Couchsurfing things)

Oh yeaaahh… since there was a lot of confusing situation, i postponed my booking on Lubd. The result was….. 1 week before my departure date, i found Lubd full booked already! GREAT!! Even flooding won’t stop traveler to come to Bangkok!! It was both bad and good news. The bad is, i have no place to stay, while the good is, it means Bangkok was getting better. Ok, i’m a positive person, but i need to find a place to stay within 1 week! It would be easy to book a hotel, not that expensive though. But i was in thigh budget *no more explanation, u poor girl!!* My other option was staying in couch, using CS community.

It would have been the first couchsurf!

Excited!!

And…….

Disappointed!!

It was hard enough to find a couch in Bangkok! I knew i can’t blame anyone here…. I just….have less money and time is ticking! I have sent 20 request, just to find 5 un answered, and 15 rejected!  Finally, a Thai girl rescued me, 2 days before my due date. Fiuuuhhhh!!

Nok, that’s my host name, she lives quite outside of BKK, the city named Nakhon Phatom. It is around 45 minutes to get there from BKK. But….the main road was flooded in some part, so… it takes around 2 hours instead of 45 min.  It is easy to get to BKK, there was frequent vans leaving Nakhon Phatom to BKK , it cost 60 Bath. So, 120 bath back and forth. Not so bad! Anyway…. a room in BKK cost more than 120 bath a night, right? And this one is couchsurf, means i will get a new friend, and hopefully a great experience. At the end…. i get 2 friends, cos Nok was hosting a Japanese girl, when i was there. And it was really great!

I was arrive at BKK on Wednesday afternoon. It was the weekly CS-gathering day. I have made an appointment to meet my host at Rajtchatdewi train station, and go to the meeting together. It is amazing that BKK have weekly gathering, while the gathering we have in Surabaya is…….. about once a month?? I was thinking, what if we have weekly gathering in Surabaya? I think, in the third week, there will be no one showed up! We’ll get bored really soon, since we will meet almost the same person in every gathering!

The gathering was in a cafe, close to the Rajtchatdewi train station. It was really crowded, mostly are caucasian, and the rest are Thai people. There was a billiard table on one corner, and people in every corner! I was thinking “OK, the gathering is in the cafe, it is similar with Surabaya…  So, where’s the CS table?” The answer is….. The whole crowd in the cafe was CS er! WTF?? It was really crowded, people are talking around, and they all CS er, or to be more specific traveler! It is totally opposite with Surabaya! Our gathering usually in 1 long table, so we usually end up talking with someone sat next to us. At this point i realized how touristic Bangkok is! And…. how calm is Surabaya. CS gathering in Surabaya would be 80/90% locals, with 1-2 travelers. Usually the host will make gathering, so the other member have the opportunity to learn something from the travelers, eventhough they were not hosting. While, CS gathering in BKK would be 80% travelers and 20% locals! Not all of the travelers in the gathering were couchsurfing, some of them stayed at the hostel, and join the gathering to meet the other member. I remember one of our gathering in Surabaya was attended by 4 persons only, and all girls! So,  we ended up talking about gossip and some girls things, instead of traveling things! 

Party in Bangkok!!! No... it is CS weekly Gathering :)

Nok (my host) is a thai girl. She still studying pharmacy at a prestigious University at Nakhon Pathom.  Her family life in the other city. She lives at an student apartment, really close to the University. The room was spacious enough, still plenty of space with the three of us inside. Compare to those tiny winy “kamar kost” in Surabaya, this one in Nok’s has is heaven!

The area is  a pleasant place to life and study. Not too crowded, quite modern, and u have almost anything there. There was some convenient store around, places to eat tasty Thai food, tasty cakes,  internet, multilayer game, bookstore,  ect all in student range price!! It was also some cafes with live band performance, all in students style. This area is sooooo student! I love it! Every night before i fell asleep, i heard the noise from the cafes around the apartment….i don’t know why, but somehow it feels good in my heart. May be, because it is remind me of my own home, i always living in University area.

Childhood dream (impian zaman bocah)

Dulu kala, pas saya masih keciiiiiil….. Saya tuh pemimpi akut, dan pengkhayal kelas wahid. Sangking gampangnya saya berkhayal ini dan itu, suatu ketika waktu kakak perempuan saya membawa majalah Anita Cemerlang yang isi nya 80% cerpen, saya sempat yakin kalo saya bisa jadi cerpenis. Ternyata ya….. engga juga. Sempet nulis-nulis cerpen ga bermutu, sampai SMP, kemudian saya pun menerima kenyataan bahwa keahlian berkhayal saya ngga akan berakhir di toko buku, hehehehe!!

Hobi berkhayal tetep jalan, kayaknya emang begitu dari sana nya, tapi seiring bertambahnya umur (iya, bilang tuwak kenapa sih??) Khayalan saya berkurang dahsyat. Kalo ada lagu yang judul nya “video killed the radio star, by The Buggles” yang dianggap sebagai video musik pertama yang tampil di MTV,  maka saya bisa bilang “age killed the childhood dream” 

Waktu kecil dulu, saya bisa ngayal ga karu-karu an, ngga ada yang bilang itu ga masuk akal!! Ya, kecuali kalo khayalan nya di omongin ke orang lain, baru deh, orang lain kasih masukan “ga masuk akal!” Entah siapa aja yang udah jadi korban khayalan saya, waktu saya masih kecil….. Maksudnya, jadi korban saya cerita-ceritain khayalan saya gituuuuu, bukan korban serius kok. Mungkin si kakak yang jadi korban paling parah, hehehe!  Semakin nambah umur, semakin banyak system mind blocking yang saya buat di dalam otak. Ngga usah minta pendapat orang lain, otak saya sendiri yang bilang “ga masuk akal!” Akhirnya saya sadar, banyak mind blocking yang saya buat, ngga cuma menyelamatkan saya dari reputasi “tukang mimpi, tapi justru membuat saya ngga berkembang, ngga ke mana-mana…..

Saya ingat, sekitar SMU, saya pernah di tanya penyiar radio, “kira-kira 10 tahun dari sekarang, apa visi mu tentang diri mu sendiri? Saya dengan sangat yakin menjawab “Saya keliling dunia pake sepeda motor!” Tahun-tahun berikutnya, saya mulai membuat mind blocking : ngga masuk akal.

Saya mesti belajar jadi montir, dong!

Trus, gimana kalo motor mogok di antah berantah? 

Gimana kalo ban kempes di tengah hutan?

Kalo nyasar?

dll dsb dst…. intinya: ga masuk akal

Mimpi-mimpi itu pun di kubur di liang lahat, yang bernama logika…..

Lalu…… sekitar awal bulan Mei, ada anggota CS yang nanya couch di rumah saya. Dan… mereka adalah biker keliling dunia! Namanya Kamil dan Iza. Berangkat dari singapore, sudah keliling australia, New Zealand, sebagian benua Asia, Amerika latin, benua afrika, dan setelah ini bakal ke arah India, Nepal, China, teruuuuuuss ke Eropa, berakhir di Polandia!! Seketika, mayat-mayat mimpi masa kecil saya keluar dari kuburan logika, mengejar-ngejar, kayak di film Dawn of the dead

Begitu muncul di depan rumah saya, terkesima saya sama sepeda motor nya! Seumur idup, baru sekali ini lihat motor segede itu. Lihat harley davidson sih… kadang-kadang. Tapi ini beda bow, bukan motor sport yang nungging, di jamin bikin sakit encok setelah 2 jam di jalan, tetep model cruiser yang duduk nya ergonomis, tapi ngga ribet kayak Harley davidson.  Merek nya sih Honda, tapi kalo seri nya ya baru sekali ini lihat, Honda Africa Twin XRV 750cc!! Sepeda motor extra gede itu di parkir di depan rumah saya, berjejer dengan motor penghuni rumah yang lain. Seketika motor Honda super cup 70cc saya mengerut (literary!!) Ya gimana lagi, kalo berdampingan sama motor yang baik lebar maupun panjang nya hampir 2 kali lipat, jelas….. super cup saya jadi tampak mengkerut!!

Saat pamitan, sambil berpelukan di depan pagar rumah saya,  Kamil bilang : U have to go, once i was also ordinary office man, knows nothing about motorcycle……

Ada apa dengan Ondomohen??

Biarpun dah lama saya jadi orang Surabaya, ngga semua makanan terkenal di Surabaya saya sering makan. Yang lebih parah lagi, ada yang ga pernah sama sekali saya cicipin. Padahal…. kan saya hobi makan?? Aneh ya bow? Ya…. kadang-kadang ada faktor-faktor yang bikin saya ga bisa mencicipi makanan tersebut. Salah satu kasus nya adalah Sate Klopo Bu Asih. Lokasi nya di jalan Walikota Mustajab, yang  nama keren jalan Ondomohen.

Saya sudah dengar soal sate ini sejak zaman dulu kala duehh…. Tapi entah kenapa saya ngga juga ke sana. Jauh dari rumah siiih *cari alasan mode on*. Suatu ketika, pas lewat TKP, pas laper, pas temen ngajakin makan. Akhirnya saya makan deh.

Lokasinya agak ajaib, nempel di warung, di trotoar jalan. Bukan warung!! Ga ada atap nya, kok. Kalo makan, silakan ambil kursi plastik, dan duduk di bawah rindang pohon jalan Ondomohen, ato…. biar berasa syuting “Andai aku menjadi” , silakan duduk di rotoar sekalian??!!

Gimana rasanya? Enak lho…. Ada pilihan sate daging (sapi), atau sate ayam. Saya pilih sate dagin (sapi). Engga empuk-empuk amat, tapi ya engga sampe bikin kita berasa atlet bina rahang, alias alot.  Rasanya khas. Bumbu kacang di campur kelapa parut yang di sangrai…… Di sajikan dengan nasi, atau lontong, yang di taburi kelapa parut sangrai. Jangan di bayangin kaya serundeng ya…. kelapa parut sangrai nya kering, dan ga terlalu berbumbu, ga kayak serundeng yang berminyak dan berbumbu mantap.   Yang lebih menyenangkan lagi,  sate ini ngga pake bumbu pedas. Buat yang cinta pedas, di sediakan sambal, berupa beberapa biji lombok godhog di pinggir piring, yang dengan bahagianya saya singkirkan jauh-jauh dari piring saya!! Igh!!

Beberapa abad berselang, saya kembali ke sate klopo bu Asih. kali ini, gara-gara jalan-jalan ama teman-teman CS di sekitaran kota lama (Surabaya Utara), deket banget ama TKP kita ini. Dari pada puyeng mau makan malam apa, akhirnya kita makan malam di sate klopo legendaris bu Asih!!  Sekarang, dia udah punya stand berupa bangunan permanen di seberang lokasi dia ngemper dulu. Kek nya tambah rame deh. Mungkin dulu-dulu orang agak males makan di bawah rindang pohon, sekarang, secara udah masuk ke bangunan, pelanggan jadi lebih banyak.

Kalo ga salah, harga nya ge berubah jauh. 20 ribu untuk 10 tusuk sate beserta side dish nya (nasi ato lontong). Sate klopo Ondomohen ini sudah mulai di jual sejak 1987. Kalo istilah keren nya : Grilled since 1987. Or-tu nya bu Asih yang mulai usaha, di lokasi yang sama, di bawah pohon yang sama, di temani demitz yang sama…. Sekarang, katanya, anak bu Asih lah yang mulai buka stand permanen di seberang jalan.

Anyway….. sate klopo ini harusnya masakan Madura sih, tapi sudah jadi icon Surabaya juga…. Jadi, ngga terlalu salah lah, kalo saya bilang sate klopo ini khas Surabaya….. Hehehehe!! *kalo yang jelek-jelek nya orang Madura, ambil sono!! jangan di kait-kaitkan ama Surabaya!* hahahhahahah!!!! Well, selamat mencoba!!

Dilema ketenaran….

Akhir-akhir ini bermunculan anggota-anggota baru di forum East Java dan Surabaya…. Hahaha!! Saya lagi ngomongin CS (couchSurfing). Itu, situs networking para traveler. Ngga terasa saya sudah jaoin sejak akhir tahun 2008…. Tapi kok saya belum bisa jadi traveler beneran ya? Padahal sudah hang out habis-habisan ama traveler-traveler yang hebat!! Menyedihkan nya sayaaa.. hiks  hiks!! OK lupakan kondisi saya yang menyedihkan itu…. Kembali ke forum…. Di kedua forum itu ada satu posting-an, yang di tulis oleh moderator,  isi nya perkenalan anggota baru. Na…akhir-akhir ini posting-an perkenalan ini agak sering di isi. Selain itu, di posting-an dengan topik lain pun suka muncul : Hi, i’m newbie here, can i join u….. bla bla bla

Dulu kala, waktu CS ngga buka cabang di Indo, karena di anggap orang Indo ngga bisa menerima konsep backpacking *backpaking = traveler miskin, buka turis pake backpack ya!!* Ada beberapa orang yang “berjuang” agar CS bisa melebarkan sayap ke Indo.  Katanya, agak sulit, karena pengelola CS ngga mau buka cabang di negara yang ga prospektif, ntar kasian traveler nya. Hm….. pusink ya? Gini, sistem nya CS itu adalah membuat networking antar traveler, gunanya, supaya para traveler bisa saling bantu, dan yang penting, bisa saling kasih tumpangan. Ini versi terjemahan bebas ala saya. aslinya kurang lebih begini :

CouchSurfing members share hospitality with one another. These exchanges are a uniquely rich form of cultural interaction. Hosts have the opportunity to meet people from all over the world without leaving home. “Surfers,” or travelers, are able to participate in the local life of the places they visit. We also give more people the chance to become travelers, because “surfing” lowers the financial cost of exploration.

Naa….h, kalo CS buka cabang di Indo, sementara anggota di Indo sedikit sekali, atau adapun tapi ngga ‘ngeh” ama cara kerja CS, kan kasihan travelernya. Susah-susah menghubungi, eh… ternyata ngga nyambung, ato malah no respond….. Lebih puyenk lagi kalo ternyata ada anggota CS yang “memanfaat kan ke-bego-an” CS-er lokal. Karena itu, selain mengkampanyekan keanggotaan CS, sesama anggota CS harus saling mengedukasi….. Karena itu, country ambasador CS Indonesia mengkampanyekan CS sejak tahun 2005  Dan di akhir tahun 2010 ini…….banyak banget anggota baru yang masuk… Senang?? Well…..

Emang, akhir-akhir ini CS jadi terkenal. CS group Surabaya aja udah diliput, buka liliput! *Ya elah jayus bin garing!!!* koran nasional 2 kali. Terakhir CS Festive di Jakarta malah diliput besar-besaran. Sekarang kalo ngomong “CouchSurfing” orang suka bilang, “apa itu??” tapi kalo kita bilang : ” itu, traveling yang bisa nginep-nginep gratis di rumah orang lain” rata-rata pada pernah denger deh!! Ya iya lah, kalo koran kan nulis nya cuma apa-apa yang menarik buat pembaca aja. Misalnya waktu saya baca hasil liputan CS group Surabaya di koran, yang di tulis cuma : hang out bareng bule, dapet temen bule,  karokean, nongkrong di cafe. Jiahhhh!! Shallow banget!! Tapi saya ngerti banget….. emang wartawan tahu apa yang laku di baca.

Kek nya hasil dari pemberitaan-pemberitaan itu lah, yang sekarang saya lihat bermunculan di forum. Yang bikin puyenk, orang-orang baru ini, ngga nulis apa-apa di profile nya!! Dia kiraini FB? Bisa serba rahasia?? Gimana coba kalo kita mo ngasih tumpangan orang asing, ato numpang di rumah orang yang asing, tanpa KEPERCAYAAN??  Dan dengan form profile melompong, foto yang tak mendukung, mau percaya sama apa?? Ada lagi, di kolom language, dengan bangga pasang “english expert” begitu di baca profile nya, saya langsung bingung. Setelah saya baca lagi sambil melupakan semua kemampuan grammar saya, barulah saya mengerti!! Yah, dengan kata lain bahasa inggris-nya ancur lah!! Mengisi form profile aja ga pake “jujur” Ada lagi…..yang tiba-tib, ga ada angin ga ada ujan, ga pernah ketemu juga, meng-add friend!! Tolong kembali ke term kepercayaan, mana bisa percaya sama orang yang ga pernah pernah kontak sebelum nya?? Haduuhhh……

Begini deh, dilema ketenaran. Tenar, banyak anggota baru, tapi banyak yang ga jelas! Susah ya….

Single Ngomongin Jodoh…..

Entah sejak kapan, saya tuh jadi pendengar yang baik…..  Well, mungkin ga baik-baik amatz…. tapi at least saya pendengar lah… Buktinya, banyak tuh, yang suka curhat sama saya. Sampai akhirnya, entah siapa yang mulai, saya pun punya sebutan baru “kotak omel”, hahaha!! Bukan kotak tukang ngomel *plakkk!* Kan saya sexy, masak dibilang kek kotak??  hahahha!! Bukan ding, tapi kotak tempat ngomel….  Beberapa hari yang lalu, ada couch request di account CS (CouchSurfing) saya. Cewek Bali, mari kita panggil dia Lady.  Di pembukaan message nya, Lady menjelaskan bahwa dia baru aja putus dari pacarnya yang sudah 5 tahun pacaran, so… she needs a break…. Belakangan saya jadi tahu, kalau dia ngga cuma perlu “menangisi” 5 tahun relationship itu, tapi dia juga kecewa dengan beberapa hal lain, yang juga berhubungan dengan pasangan….. Kok saya tahu? Ya iya lahhhh, secara dia nya cur-hat sama saya!! See, saya emang pendengar yang baik! hahahaha!! Dari awal saya terima request dia, saya sudah langsung mikir “kek nya muke saya ini muke kotak omel ya??”

Lady, dulu udah pernah pacaran 7 tahun, sama lelaki tak bermasa depan…. kenapa? Karena dia gila judi. Sejujurnya, perlu disyukuri bahwa dia memutuskan untuk berpisah….. Lady bilang, dia cinta banget sama lelaki ini…… Akhirnya, setelah gagal, Lady meyakini bahwa cinta itu bullshit, dan ga bisa di makan…. Sehingga dia butuh lelaki yang bisa memberi dia makan layak, bukan nya malah minjem-minjem duit buat main judi. Lady menemukan lelaki lain yang bisa kerja, di usia yang sangat muda, lelaki ini sudah mampu menghidupi mama dan adiknya.  Ironisnya….yang kali ini minus cinta….. Lady ga menemukan chemistry, tapi dia kembali pada pasal pertama, bahwa kali ini dia butuh makan layak…. Setelah 5  tahun bertahan, akhirnya buyar juga….. Pertanyaan nya : masih logiskah, mengesampingkan perasaan, asal bisa makan layak?? Kalo jaman si mamah muda dulu, logis banget!! Apa sih cinta? Udah deh, ada yang ngelamar, lakinya ga judi, ga mabok, bisa kerja, langsung aja di kawinin!! Kalo ga kawin-kawin jadi beban orang tua!!

Terus terang, buat saya, perasaan itu penting!! Saya butuh makan juga sih…. kalo dapat laki yang bisa ngasih saya makan layak, apa lagi plus-plus koleksi perhiasan berlian, dan tentunya paket liburan ke luar negeri 2 kali setahun…. siapa yang nolak?? Tapi tetap….. tanpa chemistry, apa artinya? Untungnya….,  sampe sekarang belum ada lelaki macam itu yang mendekati saya, jadi saya ga perlu me-review ulang pandangan saya! *pembaca berasa ingin menghajar!!*  Hahahah!! Yah, jaman dulu perempuan ga bekerja, kalo ga kawin-kawin, yang kasih makan kan ortunya terus, kalo ortunya mati gimana? Siapa yang kasih makan?? Makanya, kalau ada lelaki yang sanggup ngasih makan, dengan imbalan ditemani tidur, dimasakin, dan dikasih beberapa anak…..  Apa lagi yang ditunggu? No choice. Tapi….. itu kan jaman gajah, di mana gajah masih kurus kek kuda…… Jaman sekarang, perempuan bekerja…. pilihan jadi agak terbuka….

Lady tadi umurnya baru 25…. dia bilang dia mulai cemas, karena belum ada jodoh…. Sementara saya?? Ya… saya tua’an dibanding Lady….. tapi saya ga mau terbeban dengan “misi cari jodoh”. Bukan nya saya sudah menutup kemungkinan untuk berpasangan….. Saya tentative lah….. Ada satu teman cewek, mari kita namai dia Beib. Dulu (ya ga dulu-dulu amat, sekitar 3 tahun yang lalu) dia bilang pada saya “Saya tidak mau berakhir sendirian.” Dengan kalimat ini, dia menyatakan kalau pintu “single forever” sudah ditutup. Dia harus berpasangan. Akhirnya, kawin lah dia…..apakah dia bahagia? Mestinya sih iya, karena salah satu dari tergetnya dalam hidup tercapai….. Perkara sekarang dia disibukkan dengan target-target lain, sehingga dia jadi agak kurang bahagia…… Yah, namanya juga manusia…..

Saya sendiri ngga membebani diri dengan “harus” berpasangan…. dan saya juga ngga mau menutup kemungkinan untuk berpasangan. Saya ngafe sometimes….. partying sometimes…..karaoke an….. Saya gampang menanggapi orang asing yang ngajak saya omong, di publik space, asal dia sopan. Plisss duehh… ga ada tanggapan buat sapa’an : hey ceweeekkk… sendirian aja??Ada orang yang bilang : tanpa pasangan , manusia tuh ga komplet. Makanya… kata-kata “U’ve complete me….” bisa jadi mantra ajaib yang bikin pasangan meleleh-leleh bak es krim melihat Katy Perry….. Kaya sebuah jigsaw yang kurang 1 piece,  sehinga gambarnya ga sempurna, diapun  harus mencari-cari that one piece…. alias jodoh nya. Tapi……suatu hari, mereka pun pergi ke kantor catatan sipil dan bilang “Kami sudah tidak ada kecocokan lagi!” Hm……itu, potongan jigsaw nya yang berubah? Atau seluruh gambarnya yang berubah?? Saya sendiri ga menganggap saya in-complete…. sehingga saya perlu mencari-cari potongan jigsaw saya…. Dan saya, bukan potongan jigsaw yang bisa dipasang kan di sebuah gambar jigsaw besar. Saya adalah jigsaw yang komplete, gambarnya sudah jelas terlihat….. Dan mungkin, saya akan bertemu dengan jigsaw lain, yang juga komplet, sehingga kami berdua bisa saling mengagumi gambar masing-masing, dan mungkin memutuskan untuk tinggal di satu dinding yang sama……. Cuiiihhhhh!!!!!

Sebenernya, saya mikir kalo cari jodoh di Indo ini sulitnya minta ampun.

Ketemu di club : pasti bukan orang baik-baik, no future!! Paling ONS!! Prakteknya sulit sih, suasana gelap, kalo ada yang neglirik, ya mana kelihatan coba??

Ketemu di mall : pasti pengangguran, biasa hang out di mall, cari tante-tante kaya kurang perhatian! *tampaaarrr!!*

Ketemu di halte bus : Ga mungkiiinnnnn!! Semua konsentrasi sama bus nya, mana sempet tegor-tegoran, apa lagi halte di Surabaya ngga nyaman blas!! lagian, kalo di halte bus, pasti bukan lelaki yang bisa kasih sesuap nasi dan segenggam berlian kan?? *bug! bug! di hajar masa*

Di internet : kayak si Fa, Bedjo, and those fellow gay….. Katanya juga ga ada yang serius di internet??

Yang bisa dibilang legal dan di setujui masa adalah : ketemu di kuliahan, kalo gagal, coba lagi di tempat kerja….

Saya? Di kuliahan gagal, padahal saya udah kuliah 2 kali. Di tempat kerja?? Ternyata begitu lulus, saya jadi freelance terus…. kerja di rumah, ga punya colague…. Hopeless dong?? salah satu freelance saya adalah wedding photographer…. ketemunya ama orang-orang yang sudah di ambang batas lajang….. ga mungkin juga di godain! Hahaha!! Jadi inget film nya Jenifer Lopez “The wedding planner”. Too romatic to be true.  Tapi ada bow, teman saya, sama-sama wedding photographer! Dia berhasil menjalin hubungan dengan deman dekat mempelai pria, sejak bertemu di wedding party itu! Sudah beranak sekarang… hahahaha!! Well, saya bisa juga menunggu kesempatan itu…… Ada teman yang menyuruh saya join perkumpulan single mencari jodoh seiman di tempat ibadah…. Saya kok males ya? Secara religiosity saya perlu dipertanyakan. Bisa-bisa saya lebih dianggap sebagai manusia sesat yang butuh bantuan, dari pada manusia single yang cari pasangan…. hahahahah!! lagi-lagi neg-think. Ada juga bekas teman SMU yang ketemu pasangan dia acara keagamaan…… Hasil akhirnya adalah…. dalam beberapa bulan pernikahan, di ketahui kalo lelaki itu tukang gampar, and absolutely-definitely-truelly SICK!! Akhirnya teman saya melarikan diri dari rumah, dan mengajukan perpisahan…… Yah, manusia…..siapa yang tahu??

So…..kembali ke saya the Lord of this blog….. Saya sekarang membuka hampir semua kemungkinan dalam hidup saya. Live is an open road, kata si Bon Jovi di “It’s my life” Maklum, kemaren baru jejingkrak’an di karaoke ama temen, jadi inget sama lagu ini, hihihiihihi! Mau ketemu di club, mau ketemu di Internet, mau ketemu di cafe, mau ketemu di kawinan klien….. what ever.  Soalnya :

Staying save is a full time job….. Ngga peduli kapan pun, di manapun, sama siapapun

Ga boleh men-general-isir manusia. Kek saya nih…. internet addict, blog hopper, kadang ke club juga, ga pernah beribadah, tapi kan saya orang baik-baik!! *Plak!! saya tampar sendiri deh!* hiihihihi

Orang Indo baek-baek ya??

Minggu lalu saya kedatangan tamu orang India. Sore-sore jam 2, setelah menimbang-memikirkan, akhirnya dia memutuskan untuk jalan-jalan ke masjid Ampel. Saya pun memberikan petujuk-petunjuk bemo apa aja yang harus di naikin, dan gimana bisa sampe rumah saya lagi dengan selamat. Saya sudah mengembangkan serta menguji-coba beberapa trik dan petunjuk, gimana supaya para orang-orang asing ini bisa berkeliling kota, tanpa saya…. dan tanpa kendaraan sedan mewah yang bernama TAXI.  Sekitar jam 6.30 malam (udah malam ya bow?) cell phone saya berdering, ternyata si India kecanthol di terminal Bratang. Seharusnya dia berada di jalur yang benar, tapi mungkin karena nervous ato apa, yang jelas dia merasa lost. Trus telpon dialihkan pada seorang yang ngomong bahasa indo. Perempuan di seberang sana menjelaskan pada saya, kalau dia tinggal dekat daerah saya, dan dia mau mengantar si India ke rumah saya. Saya langsung menjelaskan kalo itu ga perlu, saya akan menjemput si India di Bratang. Singkat cerita, dia ngotot, saya nyerah. Saya sudah meyakinkan perempuan itu, untuk men drop si India di toko burger kapitalis, biar saya yang membereskan sisanya… Bisa di tebak, hasilnya si India sampai di depan pagar saya, tanpa kontribusi dari saya…. well, kalo mendiktekan alamat rumah saya bisa di sebut sebagai kontribusi, maka hanya itu lah kontribus saya. Malam nya, si india bercerita, pas mau ke masjid Ampel, dia tanya orang di sekitar kalo dia mau ke Ampel. Langsung, ada orang yang manggilin becak, nawarin sekalian, dia pun ngga usah pake susah sampe ke Ampel.  See…. betapa baik nya orang-orang Indo!! Sebelum sampe di Surabaya, si India main ke Yogya dulu. Di Yogya, dia berkenalan dengan sepasang anak muda, plus kakak laki mereka. Mereka bersama-sama ke borobudur, ke prambanan, ke mana-mana naik motor. Intinya, mereka adalah guide dan transportasi gratis buat si India.  Duuuhh… terharu banget!! Baek ya, orang Indo!! Dan…. si India sangat-amat-terkesan-sekali atas kebaikan orang Indonesia!!

Kalau seandainya saya yang kehabisan bemo di Bratang… ada ga ya, yang mau ngangkut saya ke rumah saya?? Kalau saya terdampar sendirian di Yogya, ada ga ya… yang mau nemenin saya, mboncengin saya,  muter-muter Yogya???

Dulu, pernah  saya punya tamu, sepasang bule Italy.  Siang bolong, di tengah liburan Idhul Fitri, mereka berjalan kaki ke Plaza tersukses di Surabaya. Jalanan sepi, namanya juga liburan Idhul Fitri. Tiba-tiba, ada mobil mendekat, si empunya mobil nongol dan bertanya, apa ada yang bisa di bantu (semacam itulah, secara saya juga ga lihat kejadian nya secara langsung) Bule-bule Italy ini bilang, kalo mereka mau ke Plaza, cari wi-fi. Seperti yang bisa di tebak….mereka berdua di angkut dengan mobil, an di drop di Plaza. Sekali lagi….orang Indo baek-baek ya!!!!

Kalau seandainya pas  siang-siang panas, saya celingukan di jalan…. ada ga ya, yang mau mendekat dan bertanya, apa saya perlu bantuan??

Salah satu tamu saya, bule Rusia, waktu lagi jalan-jalan di sekeliling perumahan dalam merangka mencari sepiring nasi goreng untuk makan malam, masuk ke sebuah depot, yang cuma menjual bakso.  Biarpun suami yang empunya warung ga hebat-hebat amat bahasa inggrisnya, dengan semangat ia menanggapi si bule Rusia ini (percaya lah… logat Rusia adalah yang tersulit yang pernah saya dengar!!) Si Rusia ini vegetarian, ga boleh makan bakso, tapi dia bisa makan nasi goreng, asalkan ngga di kasih ayam…. Singkatnya, si suami memboncengkan si bule yang dari antah berantah itu, ke tukang nasi goreng langganan nya. Di sana mereka ngobrol banyak, dan si bule di traktir nasi goreng. Gara-gara kejadian ini, pada arisan berikutnya, mamah saya di interogasi oleh tetangga, gimana bisa ada bule nyasar ke rumah kami. Dan dengan lugunya, si mamah balik bertanya : bule yang mana ya bow?? Secara banyak bule datang dan pergi di rumah saya…..

Kalau saya datang ke depot makanan dan menanyakan jenis makanan tertentu yang ga ada di sana…., apakah ada yang akan memboncengkan saya ke depot lain untuk mendapatkan makanan yang saya cari???

Kejadian-kejadian itu,  membuat saya jadi mikir-mikir…..dan kemudian mengambil kesimpulan : Orang indo baek-baek…. (sama orang asing!!) Jadi inget sama si suhu kepo yang selalu bersumpah serapah karena orang asia ini sering-sering nya “menyembah-nyembah” suku khoolit putjat… Dan, kenyataan nya emang iya!! Dan….ironis nya, apakah kita bisa sebaik-semanis itu sama sesama orang Indo?? Saya rasa….jawabanya adalah TIDAK…..

Saya sendiri?? well, selain orang-orang yang request nebeng lewat CS, saya ga bakalan ngangkut bule ga jelas di jalan! Lha, yang request di CS aja, mesti saya teliti profile nya kok….. Biarpun saya percaya akan kebaikan manusia… saya tetap harus berjaga-jaga toh, secara saya ga stupid! Di CS, saya memberi tebengan pada siapa saja, bule ga bule, pokoknya profil OK, pasti saya angkut! Soal menolong….saya ga bakalan terlalu baik, ga peduli suku kulit pucat kek, suku kulit mbulak kek, suku kulit warna kek…… Ga mungkin saya bela-belain naik taxi demi nganterin orang asing (orang naik taxi buat diri sendiri aja, aku ga sudi!!)

Tapi…. saya senang, orang indo baek-baek!! Tetap lah baek… kalo bisa juga baek sama sesama orang Indo…..

Balada cewek Belanda dan cowok NZ

Bulan April 2009 yang lalu saya dapat tamu sepasang backpacker yang rada unik. Unik, soalnya ini kali pertama ketemu pasangan yang ketemu di jalan. Ceritanya si cewek Belanda, travelling di South East Asia (SEA) selama beberapa sebulan, start on Desember, sebelum kelas nya dimulai. Bulan Desember itu, di Thailland, dia bertemu seorang cowok yang kata dia cute dan dia merasa click bgtzzz. Kok saya bisa tahu se detail itu? ya iya lah… dia kan nulis semua itu d blog traveling nya. masalahnya, beberapa post ia tulis dalam basaha Belanda!! Jadi saya kehilangan beberapa love story, hahahaha!!! Cewek Belanda ini cerita pada saya, betapa dia ngga suka sendirian, walaupun, kadang-kadang ia pengen sendirian juga. Jadi, kehadiran cowok NZ ini bisa dibilang anugrah lah!! Cowok NZ ini sudah “berada di jalan” selama lebih dari setahun!! he is an experienced traveler!! Di akhir bulan April mereka harus berpisah. Cewek Belanda ini balik ke Belanda, sekolah…. kerja…. Sementara cowok NZ ini juga harus balik ke NZ. Si cowok sudah mulai kehabisan uang, secara dia sudah lama di jalan. Lagi pula, dia sudah punya tiket ke Aussie. Masalah uang ini juga membuat cowok NZ ini harus mikir lagi untuk ke Belanda, secara cari kerja di Belanda juga ngga gampang. Berkunjung ke Aussie/NZ juga sulit bagi cewek Belanda ini, duit dia ngga banyak, dan sekolahnya sudah di ambang pintu. Gitu deh situasinya, kok saya tahu? yaaa dari blog lah…. Di blog itu, dia minta teman-teman nya untuk tidak bertanya-tanya mengenai cowok NZ ini, karena ia sangat sedih…… Igh… saya terharu!! Kayaknya cerita cinta nya gimanaaa gituuu. Ibunda si cowok NZ juga meninggalkan comment di post terakhir dia…. tambah lengkap deh ke haruannya….. hahahahha

Beberapa hari yang lalu, bulan Agustus, tiba-tiba saya melihat posting an foto di FB si cewek Belanda itu…. coba tebaaak… Yap!! foto si cowok NZ itu di sebuah event di Amsterdam!! hahaha!! trus saya buka profile si cewek Belanda itu, terlihat lah “wall” nya dari hari ke hari ketika ia sedang menunggu kedatangan si cowok NZ itu. Kelihatan sangat berbunga-bunga!!!! Igh!! jadi ikut senang :) )

sekarang sih saya ngga tahu gimana kisah cinta antara Belanda-NZ ini….. dan mungkin ini emang cerita ngga penting, tapi ini cerita yang manis khaaann?? setuju? hahaha

Belajar Bersyukur (I mean it!!)

Kali ini tentang tamu nya si kakak, kakak ku juga CS. Cewek berkewarganegaraan US, campuran India-Latino, tapi muka dan penampilan dia India bangetzzz. Si cewek US ini sudah menghubungi kakak ku untuk minta couch, kakak ku sudah setuju. Tiba-tiba kakak ku bilang, dia mendadak mempercepat kedatangannya ke Surabaya, karena dia kena musibah kecopetan or something, ga jelas deh. Akhirnya, malam-malam si kakak njemput dia di Gubeng.

Pertama datang kerumah, kelihatan bgt jutek nya…. tapi saya sih positif aja, kali-kali aja muke dia emang begitu. Ternyata…. jutek nya ga abis-abis!! Dari cerita yang sepotong-sepotong, akhirnya saya agak mengerti keadaan dia. Dia itu kecopetan di Bali, sebelum akhirnya dia menyeberang ke Jawa. Yang hilang adalah seluru kartu kredit serta ATM, dan… mungkin juga seluruh hal positif yang ada di dia juga!! Soalnya selama di surabaya, US girl ini selalu negatiiiiiif!!! Sisa uang tunai nya ngga terlalu banyak, karena memang dia sangat mengandalkan credit card. Pada beberapa kesepatan dia cerita, betapa BT nya dia pada si pencopet, karea CC itu sangat berarti bagia dia, dan sama sekali ngga berguna bagi si pencopet. Saya berusaha mengerti kenapa dia jutek amit-amit, karena dia abis kecopetan, dan dia sedang travelling….., di mana uang tuh artinya besaaar sekali bagi dia.  Belakangan saya baru tahu, ternyata dia juga ngga terlayani dengan baik oleh polisi Denpasar!! lengkap sudah!!

Catat ya, dia ada di rumah saya 5/6 hari, karena dia menunggu perpanjangan visa di kantor imigrasi. Dan… kakak saya menemukan excuse yang bagus untuk ngga menemani si US girl ini, yaitu ia bekerja siang dan malam. Jadilah, saya ini yang banyak menemani dia.  Saya baru menyadari, bersama seorang yang jutek, dan mengkritik segala sesuatu yang ia lihat/alami bener-bener bikin stress!! Bahasa inggris saya dicela dan di koreksi terus terusan, sampe saya sempet mkir, gimana kalo saya merevisi profile saya, dari “intermediate English” ke “Beginner English” ajah?? hahahha!! Lihat-lihat baju di mall, dia bilang semua sampah (crap red.) untuuuung, si embak toko ngga bisa bahasa inggris, bisa-bisa kita ditawur!! Lihat counter jam tangan, dia komentar “heran yaaaa, di sini banyak banget yg jualan jam tangan, tapi ngga seorangpun tepat waktu!!” Di tanya soal gado-gado di jawab “ga suka saya, apaan tuch! Cuma sayur ngga ada apa-apanya, saus kacangnya ga enak, saya pengen ke Malay, saus kacang di sana enaaak!!!” Wah… kalo semua keluhan dia saya tulis, abis dah halaman blog ini!!!

Saya sempat mengira bahwa, dia ngga pernah mengalami hal yang baik di indo ini, karena itu, dia maha jutek. Teranyataaaaa… Belakangan saya baru tahu, setelah dia meninggalkan Bali karen ngga mendapat pelayanan yang baik di kantor polisi Denpasar, dia naik kereta ke Malang. Di Malang dia merasa bener-bener “lost” dia nangis di kantor polisi. Polisi Malang ngga ngerti inggris, tapi dia ngerti dikit soal warnet. Di bawalah si US girl ini ke warnet (dan di bayarin sekalian!!), di situ ia menerima konfirmasi dari kakak ku kalau dia boleh tinggal di couch kami. Diantar lah si US girl ini oleh Polisi ke stasiun, di bayarin (atau diminta kan gratis) tiket ke Surabaya, sekaligus di mintakan makanan di restorasi. Di surabaya, dia di jemput kakak saya di Gubeng, dan kata-kata pertama yang dia berikan ke kakak saya adalah “saya udah biasa nunggu deh!!” soalnya kakak saya kan emang suka telat!! Di rumah saya, dia dapat tempat tinggal gratis 6 hari, saya mengantar dia ke imigrasi, dan membuat surat sponsor untuk dia. Di imigrasi, urusan kami jelas dan mudah, ngga mahal juga, 250 rebu untuk 30 hari lagi tinggal di Indo. Si mamah selalu berusaha menyediakan makanan untuk dia yang vegetarian itu. kata si mamah : “siapa tahu, kamu besok juga jadi traveler, semoga kamu juga bisa diberi kemudahan” Oh… si mamah emang so sweet!!! hahahahha

Setela si US girl itu pergi, saya mikir…. betapa ngga enak nya berdekatan dengan orang yang maha jutek…. Betapa ngga enak nya jalan sama orang yang ngga pernah pernah berkomentar positif….. Sesudah semua hal buruk yang sudah terjadi pada dia, banyak hal positif juga datang. Kalau secara teori “law of attraction” semakin dia jutek kayak gitu, semakin ngga ada hal positif yang datang. Trus saya berpikir….. betapa besarnya kekuatan “rasa syukur” selain bisa membuat hati lebih lapang, juga bisa bikin orang di sekitar kita jadi gembira!!! Banyak pahala loh!! So…. saya mau belajar untuk lebih bersyukur aaaahhhhh!!!!

Apa CS? kenapa CS?? gimana CS???

Ngga tahu kenapa, waktu diberi tahu teman untuk gabung di comunitas ini, saya kok langsung mikir : saya setuju dan saya suka ide komunitas ini!! Saya pun langsung buka account di kali pertama saya buka web nya!! http://www.couchsurfing.org istilah nya “Love at the first click” lah! hahahah!!

Saya, biarpun sering kelihatan sinis dan negatif, sebenernya meyakini kalo banyak banget orang di dunia ini yang baik dan jujur, or… at least saya meyakini kalo ngga semua orang itu punya niat jahat ama saya. Karena itu, saya merasa OK aja untuk menampung dan membantu stranger, di dalam rumah si mamah (sekali lagi: si mamah emang so sweet) Lagi pula, saya suka belajar hal baru, bukan belajar yang kaya di sekolah ituuuuu, kalo sekolah sih ogah! hahaha!! Bertemu orang baru, ngomong-ngomong, banyak hal baru yang saya pelajari, salah satunya belajar mendengarkan aksen. So far, aksen Rusia paling suliiiit!!

Saya memang bermimpi bisa traveling….., dan saya tidak semata-mata meminta orang-orang yang pernah saya host untuk meng-host saya, soalnya itu agak terlalu nyolok mata pamrihnya!! Dan, itu ngga boleh loh, membantu tuh mesti tulyuuuusss!! hahahhaa!! Tapi, seperti halnya orang lain di dunia ini, yang percaya bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan, saya juga mengharapkan kebaikan akan datang pada saya…… Amiiiinnnn

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 497 other followers