Jawaban Tuhan…..

Tuhan menjawab dengan cara yang aneh!!

Ada yang pernah bertanya-tanya pada Tuhan?

“Kenapa begini, Tuhan?”

“Kenapa saya, Tuhan?”

“Gimana cara nya, Tuhan?”

Dst….dll….

Saya Cuma mau mengingatkan….. hati-hati dengan pertanyaan mu, soalnyaaaa

Tuhan suka menjawab dengan cara yang ajaib….. dan….. aneh??

Beberapa Tahun yang lalu, ayah saya mendadak meninggal dunia. Sangking ndadaknya, sampe ngga banyak air mata yang saya tumpahkan…. Saya justru banyak menangis tahun-tahun berikutnya…. mungkin karena faktor syok itu…. si Papah meninggal umur 45 tahun, di rumah, di suatu siang musim hujan yang biasa-biasa aja, di jam makan siang yang tidak istimewa, dan tanpa tanda-tanda apapun. Dia beraktivitas biasa aja, sampai dia mengeluh bahwa dia “agak masuk angin”, dia pun berleyeh-leyeh di kamarnya…. dan….. that’s it….si papah pergi begitu saja, meninggalkan kami semua, yang hanya bisa melongo……

Si papah itu, semasa hidup, orangnya trampil banget, sekolah ngga tinggi sih, keahlian mekaniknya memang ga datang secara formal. Dia itu, kalo ketemu mesin ngadat, biarpun seaneh apapun tuh mesin, tinggal kenalan bentar, langsung ngerti dia, apa yang harus dilakukan…. Yah, ngga semua lancar, secara jalan tol aja kadang macet, tapi 95% dia bisa menghidupkan kembali mesin-mesin, bahkan yang sudah mati suri bertahun-tahun. Oom-oom, dan tante-tante (saudara2 si papah red.) suka banget minta tolong. Pompa rusak, mobil ngadat, sepeda motor aneh, kulkas bunyi, pagar macet, dll dsb dst….. mungkin karena itu juga, mereka merasa kehilangan…… dan rasa kehilangan itu menjadi tuduhan yang menyakitkan….

Bulan-bulan berikutnya jadi sangat berat bagi si mamah….. dia syok berat. Lebih berat lagi, karena si mamah merasa bahwa saudara-saudara suaminya justru “menyalahkan” dia, atas musibah ini. Banyak yang bertanya-tanya: kok bisa sakit jantung ngga ketahuan?? Dia pasti bekerja terlalu keras, sampai sakit pun tidak dirasakan?? Ternyata selama ini beredar rumor bahwa si mamah ga bantuin kerja, yang bekerja keras tuh si papah, dsb… dst…dll…. Si mamah, sepanjang ingatan saya, dia itu bekerja di rumah, alias bukan kantoran. Dia berganti-ganti profesi, mulai dari tukang jahit, tukang jual nasi pecel, buka depot, sampe bikin kerupuk…. Mungkin karena faktor itu juga, saya kok nyaman2 aja sebagai full time freelance, biarpun sempet mikir mau kantoran kaya temen2 yang “normal” lainnya, tapi akhirnya saya berakhir dengan tetap “kerja di rumah”.  Well, akhirnya saya sadar….apa yang di rasakan orang dalam, ngga sama, bahkan berbeda banget dengan apa yang orang lihat dari luar.

Ternyata, bertahun-tahun, sebelum si papah meninggal, mamah sudah bertanya-tanya pada Tuhan. Kenapa dia selalu di tuduh ngga bisa kerja, dan “memperbudak” suami untuk bekerja keras? Kapan kah dia bisa membuktikan kalo dia juga bisa bekerja??  Sampai saat nya Tuhan menjawab….. si papah meninggal, dengan warisan 2 buah rumah sederhana yang kami tinggali saat itu, dan uang di bank yang ngga seberapa, tanpa asuransi, karena dia orangya masih konservatif. Kakak saya masih kuliah di universitas swasta terkenal mahalnya Sementara saya masih kelas 3 SMU, dan adik laki-laki saya masih SD, siap masuk SMP.  Singkat cerita, saya lulus kuliah S1, si kakak juga ngga seorang pun DO, bahkan salah satu kakak saya lulus dengan jumlah semester yang buanyak. Adik saya sedang kuliah S1 hukum sekarang, setelah DO dari D2 mekanik, gara2 dia males masuk, bukan karena mamah ngga bisa kasih uang. See….tanpa harus berkoar-koar ke sana kemari, si mamah membuktikan bahwa dia bisa bekerja.

Tuhan sudah menjawab permintaanya…..akhirnya semua orang tahu…..(setelah si papah meninggal secara tiba-tiba.. .. tentunya)

Waktu berlalu, si papah pun sudah di buang ke laut, abunya…. Tapi rumor tentang si papah yang ga mungkin-meninggal mendadak – kecuali ia telah berkerja keras – luar biasa – sampai sakitpun tak di rasa – keterlaluan sekali keluarganya – kenapa bisa sampai terlambat begitu?!?! Masih sayub terdengar lewat tetangga nya – temennya – entah siapa – yang dengar dari si anunya – ngga jelas – namanya juga rumor…. Si mamah kembali bertanya-tanya pada Tuhan….bagaimana cara menjelaskan bahwa kami rasa kami tidak segitu jahatnya pada si papah, dan for the God shake, kami juga sangat kehilangan dia!!! Ternyata, sejak kematian mendadak itu, saudara-saudara banyak yang general check up, takutnya resiko jantung coroner juga. Dan kakak si papah ternyata kolesterol tinggi, dia pun mulai minum obat untuk mengatasinya. Tapi….. manusia boleh berencana, tapi Tuhan pula yang di persalahkan….. Di suatu pagi hari yang damai, di suatu acara retret, di sebuah rumah retret Pacet, di tengah acara senam poco-poco, si oom mendadak tumbang!! Dia di larikan ke rumah sakit terdekat….tapi…. that’s it…. Ia lahir 4 tahun lebih dulu dari si papah, dan ia meninggal 4 tahun lebih lama… Dia sudah minum obat, dia sudah check up, dia tidak merokok…. Dia juga serangan jantung… Dia meninggal mendadak….. seperti si papah

Tuhan sudah menjawab permintaanya…..akhirnya semua orang tahu…..(setelah si oom meninggal secara tiba-tiba.. .. tentunya)

Mungkin ini semua Cuma kebetulan… masak Tuhan menjawab melalui kedukaan-kedukaan?? Yah… itu misteri Tuhan sih. Mau menganggap itu jawaban, mau engga…. Terserah. Saya sih orangnya ngga suka bertanya, ngga suka berpikir dalam-dalam…. Saya pun tak pernah bertanya pada Tuhan……

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: