I’m Religious Bastard

Saya seneng banget menemukan kata-kata ini. It’s so perfect to express how i feel about Indonesian. Jadi, saya juga termasuk religious bastard, soalnya saya orang Indonesia, hehehehe

Kata-kata ‘religious bastard’ ini benar-benar menghantui saya, terutama sejak Pak Harto meninggal dunia. Menurut saya nih, pak Harto adalah sosok yang religius, dia pergi menunaikan ibadah haji, dia juga sering di sorot datang ke masjid pada hari Jumat. Dia selalu mengawali dan metutup pidato kenegaraannya, dengan salam khas muslimin. Dia menyumbang banyak sekali untuk pembangunan masjid dan pesantren di seluruh Indonesia. Dan masih banyak lagi. Dia adalah orang yang religius, mewakili gambaran umum bangsa Indonesia. Orang indonesia yang mayoritas muslim ini, menerapkan istirahat, Sholat, makan (ISOMA) di kantor-kantor. Tiap Jumat, jalan-jalan ditutup, karena di pakai Jumat’an. Orang-orang mengucapkan salam
khas muslimin di jalan-jalan, mereka juga menggunakan istilah-istilah khas keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali aspek dalam kehidupan masyarakat indonesia dikaitkan dengan agama, seperti : pendidikan adalah ibadah, bekerja dalah ibadah, perkawinan adalah ibadah, kebersihan dalah bagian dari Iman, dan lain-lain. Sepertinya tiap hirupan napas orang indonesia mengandung pujian atas asma Tuhan YME. Bayangkan….!! betapa religius nya bangsa ini!!

Sayangnya…., pak Harto yang religius ini, telah berpuluh-puluh tahun melarang sekelompok masyarakat Indonesia untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka. Klenteng di tekan, ga boleh ada perayaan besar, ga boleh bangun klenteng baru, pernikahan di klenteng ga diakui negara…. Pak Harto yang religius juga membiarkan saja anak kesayangannya menghancurkan hajat hidup orang banyak melalui BPPC. Ribuan hektar tanaman cengkeh di bakar, karena ga laku, akibat monopoli pengelolaan cengkeh yang bodoh oleh BPPC. Pak Harto yang religius mengiya kan saja kekerasan oleh TNI di Aceh, Timor, dan Papua. Pak Harto yang religius memfasilitasi terjadinya ‘civil war’, drama pembunuhan sadis antar sesama bangsa Indonesia atas nama pemberantasan terhadap PKI, dan masih banyaaaaaakkkk lagi yang telah di buat oleh pak Harto yang religius ini. Jadi, saya bertanya-tanya dalam hati, what kind of man is he? Religious, or bastard?

Sekali lagi, pak Harto adalah gambaran umum wajah bangsa indonesia…. Religious bastard. Pegawai negeri tetap melakukan pungli biarpun dia baru aja selesai sholat. Penghulu mempermudah praktik kawin kontrak, dengan membantu menyiapkan KTP palsu, membuat buku nikah, sampai dengan menyiapkan wali. Rieke Dyah Pitaloka pernah bilang: suatu ketika, pas dia ke Jerman yang negaranya liberal, serta mayoritas rakyatnya Atheis dan banyak homo nya dia ngga sengaja meninggalkan tasnya yang berisi passport, surat-surat identitas sebagai peserta delegasi indonesia serta sejumlah uang, di stasiun. Rieke jelas kalang kabut, untung tas itu ga hilang. Hebatnya, tas itu di kirim kembali ke hotel tempat Delegasi Indonesia menginap, tanpa kekurangan suatu apapun!! Rieke sempat berkomentar, seandainya tas itu hilangnya di Indonesia yang sangat religius ini…. sudah barang tentu tas itu ga bakal kembali!!

Kadang-kadang saya berpikir, bangsa Indonesia itu religius banget, sangking religiusnya, sampai- sampai kalau mereka mendapatka kesempatan untuk korupsi, mereka meyakini bahwa kesempatan itu datangnya juga dari Tuhan… Ah!

image di pinjam dari images.com

Advertisements
Leave a comment

3 Comments

  1. epentje

     /  30/01/2010

    ha? gitu aje bingung….
    di indon ini, being religious itu cuman buat memuaskan nurani, alias ceritanya untuk menetralkan dosa2 yg sudah di buat, karena dia banyak dosa, makin sering pula dia harus nyuci nya, seperti karena sering dia main lumpur, maka harus sering pula dia nyebur di kali biar bersih geto… sapa suruh agama menjanjikan penyucian diri? coba kalo agama yg gak janji2in suci2an.. gak ada pemeluk nya dong 🙂

    nah, kalo di negara barat rata2 gak religious, karena mereka gak berasa kotor, jadi yah gak usah sering2 bersih2….

    lu liat org2 kampung rata2 gak gitu2 religious kok, karena juga mereka umum nya juga berasa gak begitu kotor kok, mereka biasanya religious kalo ada perayaan besar aje, itu juga karena mereka di kampung, kurang hiburan, kalo ada perayaan, itu satu2nya hiburan tahunan…

    again… motivasi memegang peranan penting.. even motivasi for being religious 🙂

    Reply
  2. “… pas dia ke Jerman yang negaranya liberal, serta mayoritas rakyatnya Atheis dan banyak homo nya…”

    Ternyata orang homo itu baik2 dan jujur2 ya…. Tapi tulisannya kog dicoret segala siyyyy…

    Reply
    • soe

       /  31/01/2010

      soalnya, ku pikir itu kan info ga pentiiing!! hihihihi!! gara2 baca post ing an mu itu, gw jd mikir kalo d Jerman banyak homo

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: