Catatan Bulan April

Tiba-tiba sudah sampai bulan April lagi!! Hari Kartini lagi!! Mendadak semua orang ngomongin emansipasi.

Emansipasi itu apa sih??

Terus, emansipasi wanita itu apa lagi??

Perempuan bekerja sebagai juru masak di kapal pengeboran lepas pantai, emansipasi? Yang ini saya dengar dari radio Suara Surabaya, sebagai insert khusus bulan April, menyambut hari Karini.

Perempuan bekerja sebagai pelatih harimau di taman safari, emansipasi? Ini juga dari Suara Surabaya.

Perempuan bekerja sebagai penarik becak, emansipasi? Yang ini ada di Kick Andy

Jangan-jangan… emansipasai adalah : 1 hari ngantor pake kebaya dan konde? Kayak yang kita lihat pas tanggal 21 kemarin.

Atau….. emansipasi adalah pake baju ala kartini, dan baju tradisional daerah lain nya, dan berkarnaval keliling kampung, kayak yang di lakukan adik-adik kita di TK dan SD??

Saya bahkan curiga, kalau emansipasai perempuan adalah lomba-lomba bodoh, seperti : lomba lari pake jarik plus kebaya, lomba sepak bola pake jarik dan konde…..

Atau….. lomba-lomba skill yang sarat pesan gender, seperti : lomba ibu-ibu masak, lomba jeung-jeung pasang konde, lomba rias, dan…. lomba ibu-ibu pasang dasi ke pasangan masing-masing…… (mungkin ini adalah penafsiran emansipasi yang paling mengenaskan, di antara pilihan di atas….)

Tahun lalu, salah satu blog langganan saya, sepatu merah, bikin posting soal emansipasi ini, dan sukses menambahkan pengetahuan saya tentang emansipasi!!

Jadi… sodara-sodara… emansipasi adalah :

emansipasi atau emancipation, yang berkata dasar emancipate berasal dari bahasa Latin : emancipatus/emancipare, yang artinya : declare (someone) free, give up one’s authority over. Sedangkan menurut kamus, arti dari emancipate sendiri adalah :  (1) to free from restraint, influence or the like; (2) to free (a slave) from bondage.

Arti umumnya adalah mem-BEBAS-kan!! Me-MERDEKA-kan. Kalau emansipasi perempuan, artinya kira-kira : memerdekakan perempuan. Dari apa?? Dari kebudayaan patriakal, dari stereoptype-stereotype tak berguna, yang di bentuk dari prasangka yang hanya di dasari dari gender semata.

Lha… kalo setiap ngomongin hari Kartini, trus kita mikirnya langsung pake kebaya+jarik+konde….. Menurut loh, kita sudah meng-emansipasi Kartini (wanita)??

Kalo lihat perempuan dandan cantik, terus otomatis yang terlintas di kepala adalah : perempuan tak berotak, bisa nya cuma mengandalkan fisik…. Menurut loh? Apa kita sudah membebaskan perempuan dari prasangka-prasangka sarat bau gender?? Suatu ketika, pimpinan Republik Cinta Management,  bilang di salah satu infoteinment : perempuan itu harus lembut, perempuan ngga boleh keras, ngga bisa itu! Yang ada, perempuan itu lembut, laki-laki keras, saling melengkapi!! Ini lah salah satu bentuk stereotype tak berguna, produk budaya patriakal. Perempuan yang bawaan nya ngga lembut, juga ciptaan Tuhan yang sempurna, bukan cacat produk!!

Lalu….kalo perempuan yang bekerja di sektor ‘lelaki’, itu emansipasi bukan?? Ini yang saya heran kan…. Di dalam tatanan  bahasa Indonesia, kita nih ngga mengenal maskulin-feminin-netral. Buat yang belajara bahasa Jerman-Prancis…. rasain loh!! *hihiihihi* Tapi… entah gimana awalnya, kok bisa ada “pekerjaan laki” dan “pekerjaan perempuan”, dalah kehidupan kita?? Kenapa memasak jadi “pekerjaan pere” dan betulin mobil jadi “pekerjaan laki”?? Lalu apa kabar para chef? Kenapa kita ngga bisa biasa-biasa aja memandang pekerjaan, tanpa harus memberi mereka atribut feminin atao maskulin?? Kecuali… pekerjaan itu emang butuh hal khusus yang tak bisa digantikan jenis kelamin seberang nya…… Bayangkan, kerjaan apa kah itu gerangan?? Kerajaan yang butuh kenti, ato kerjaan yang butuh V?? Hahaha!! Saya tahu! Pasti kerjaan sebagai donor sperma! Pasti laki! Ya khaaaaan?

Jadi pilot, jadi dokter, jadi tukang masak, jadi tukang jahit, jadi tukang pel, jadi baby sitter…..dll dll, ngga ada yang butuh kenti dan V! Jadi, siapapun bisa bikin, ngga ada yang aneh….

Perempuan-perempuan yang bekerja jadi kuli bangunan, tukang becak, dan kerjaan-kerjaan sejenis yang benar-benar mengandalkan fisik, apa itu emansipasi? BUKAN! Itu adalah keterpaksaan yang tumbuh dari rasa tanggung jawab yang besar. Seperti penarik becak yang di wawancarai di Kick Andy, dia terpaksa melakukan pekerjaan itu, karena ngga punya modal dan keahlian lain. Sementara suaminya, mantan tukang becak itu, sakit, ngga bisa narik becak lagi, padahal kita semua tahu, hidup butuh duit.

Jadi……..suadahkan kita meng-emansipasi perempuan? Iya, sesama perempuan juga mesti saling mengemansipasi, karena, sebenarnya, justu banyak banget prasangka dan stereotype yang di tempelkan pada perempuan, justru datangnya dari sesama perempuan juga!!

Lalu, bebaskan Kartini dari kebaya+jarik+konde!! Dia jauh lebih berarti dari cuma sekedar dandan standard perempuan jawa, karena jelas, dia ngga “standard”!

Bagi saya, Kartini adalah perempuan yang berani bermimpi. Mimpinya pun dasyat, karena di zaman ia hidup, di lingkungan ia besar, hal yang ia impi kan ini benar-benar cuma impian! Bahkan mungkin, ngga ada yang pernah meng-impi-kan nya, karena itu ngga real. Impian nya adalah : perempuan mendapat pendidikan yang setinggi-tinggi nya. Super sederhana, tapi saat itu, impian ini kedengaran nya kayak Thomas Alfa Edison ngomongin lampu. Benar-benar ngimpi!! Dan, Kartini benari mewujudkan nya! Kalo cuma mimpi, semua orang bisa, tapi, mewujudkan, membuat perubahan…… ya maaf, yang lain bisanya cuma ngedumel di blog *itu akyuuuuuu* Kartini semula menolak praktek poligamy, karena ia melihat obyek penderita system ini, yaitu ibunya sendiri, serta istri-istri bapak nya yang lain. Tapi akhirnya dia mau menjalani poligamy, ketika menikah dengan bupati Rembang. Karena ia tahu, sebagai perempuan yang belum kawin, dia malah di pingit, ngga bisa apa-apa. Tapi, sebagai istri bupati, dia justru mendapatkan kelonggaran beraktifitas, plus kekuasaan, sehingga dia bisa memulai membuat sekolah untuk perempuan. Kartini mau dan berani berjuang untuk mewujudkan impian nya…..

Jadi….. sayang sekali kan, kalau kartini cuma di sejajarkan dengan kostum khas Jawa tengah, karnaval, dan lomba-lomba konyol itu…..

Selamat hari Kartini semua!!

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: