Perjalanan Panjang Menuju Orangutan #1

TNK

Ngga tahu ada angin apa, seorang teman dari zaman SD dulu ngajakin saya lihat orangutan. Bukan yang di kebon binatang! Tapi yang asli di habitat nya.

Yang langsung muncul di kepala saya saat itu adalah Tanjung Puting di Kalimantan Tengah dan Bukit Lawang, Sumatra. Beberapa traveler yang mampir ke rumah, rata-rata ngomong tentang 2 tempat itu. Tapi, setelah saya search lebih jauh, ternyata ada tempat lain yang lebih menarik!! Namanya Taman Nasional Kutai (TNK) , lokasi nya di Kalimantan Timur.  Menurut Lazlo, si manusia penjelajah hutan yang sangat mencintai bagian timur dari Indonesia ini, TNK ini bener-bener worth visit!

Ngga terlalu touristic

Relatif murah untuk traveler group kecil

dan, orangutan nya benar-benar wild, alias ga dikasih makan manusia.

Kesimpulan : Langsung berangkat!

Taman Nasional Kutai itu membentang sepanjang wilayah Bontang sampai Sangatta.  Luas nya 198.629 ha. TNK dikelilingi tambang-tambang batubara dan perekebunan kelapa sawit. Setiap hari, pengusaha melihat lahan TNK yang luas, sambil memikirkan, berapa banyak batubara yang ada di bawah sana?? Karena itu, sebenarnya keberadaan TNK beserta isi nya selalu dalam bayang-bayang pengalihfungsian.

Saya menginap di camp riset TNK se malam. Jadi nya sempat bercakap-cakap banyak dengan ranger dan petinggi TNK. Cerita sedih tentang pembalakan liar yang “direstui” oleh oknup TNI, atau anggota DPR. Cerita sedih tentang orangutan di luar TNK, yang selalu jadi korban kekejaman bisnis kelapa sawit. Cerita tentang tanah TNK yang terus terusan  diincar oleh pengusaha tambang. Cerita tentang isu pelepasan tanah TNK atas nama anak daerah, yang ternyata “anak daerah” yang dimaksud adalah orang luar Kal-Tim. Cerita apa ini? Ini adalah salah satu dari puluhan taktik yang dilancarkan pengusaha dan birokrat hitam, demi menyerobot tanak TNK. Ada juga cerita tentang peneliti asing yang ogah berbagi ilmu dengan tuan rumah. Sampai dengan cerita tentang siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan kehutanan yang sulit mengambil gelar S1, karena materi UMPTN emang di desain hanya untuk anak SMU.

Selain cerita tentang sulit nya mempertahankan secuil TNK ini, ada juga cerita ceria tentang hidup di hutan. Ranger TNK ini laki semua, semua nya ahli memasak! Ada juga cerita tentang mengkuntit orangutan “pesanan” tour agent.  Orangutan “pesanan”? Apa itu? Itu lho, ada banyak tour agent yang menjual tour ke TNK, dan memberi jaminan “pasti lihat” orangutan. Masalah nya, ini bukan kebun binatang, orangutan TNK benar-benar liar, pergerakan nya pun bebas. Jadi…… kadang-kadang, kalo lagi ga beruntung, memang mereka ngga kelihatan!!  Karena itu, ada beberapa tour agent yang “memesan” beberapa hari sebelum nya. Lalu ranger akan mencari si orangutan di hutan, lalu mengkuntit nya, selama beberapa hari, sampai rombongan tour tiba!! Ya Tuhan, pekerjaan yang sulit!!

Lebih sulit lagi pekerjaan pe-riset!

Di TNK, ada pe-riset yang terkenal, namanya Mr. Akira Suzuki. Namanya begitu, pasti nya bukan orang Prancis lah. Beliau membangun station riset nya di daerah Prevab, kawasan TNK.  Camp yang ditinggali oleh para ranger TNK merupakan station riset pak Suzuki ini. Beliau sudah me-riset  orangutan TNK lebih dari 20 tahun!! Ada juga station riset di derah lain di TNK, namanya Mentoko, yang bekerja di sana adalah prof. Anne E Russon, ilmuwan Canada.  Waktu saya mengunjungi Prevab, Mr. Suzuki sedang ngga di Indonesia. Menurut cerita para ranger, kerjaan anak buah pak Suzuki adalah mengkuntit orangutan, dari pagi sampai malam. Mereka balik ke camp setelah para orangutan tidur. Lalu besok pagi-pagi mereka harus pergi ke hutan, “menemui” orangutan, sebelum mereka mulai berkeliaran lagi. Ini benar-benar pekerjaan berat!! Percayalah, saya sudah membuktikannya sendiri, dengan  menunggui orangutan selama lebih dari 30 menit, dan leher jadi pegal bukan main akibat mendongak terus!

Kata mereka, Mr. Suzuki juga menamai orangutan-orangutan itu!! Lha, muka nya bukan nya sama semua ya bow?? Kata para ranger, engga! muka nya lain-lain! Setelah lihat sendiri, emang lain sih. Ada yang bulu nya cenderung merah, ada yang rada hitam, muka nya pun beda. Ya ampun, Tuhan emang Maha Kreatif!

Advertisements
Leave a comment

1 Comment

  1. denti

     /  27/09/2013

    Angin sepoi sepoiiiii….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: