#10 Europe Chapter 2 : Joining Granny Squad in Santorini

No, i don’t mean it literary…… No, there are no squad of granny in Santorini, don’t ever try to find them.

What really exist in Santorini is : Bikini troops!!

Seriously! In Santorini, all tourist, OK i exaggerate it, but well….. most of them are wearing bikinis no matter what, or where. Including in the town that raised more than 100 m from the beach. I kind of understand that people come to Santorini in the summer to lay on the various beautiful beach around the island. But…… when the water is down bellow, even though it is still so much on vision…. Bikinis are just not make sense to my conservative head. OK, it is just me and my habits actually.

They are NOT wearing bikini just like that on street, they always layered them with skirt, or some kind of beach dress. They looks pretty, actually. Don’t get me wrong (as if there would even read this crap :)) I don’t mind with people clothing, really! Sexy, naked, sultry, burqa, conservative, etc, i don’t mind. If i don’t like it, i would look away, that’s simple.

One day, i was about to take bus from bus stop near the Red beach, there were 2 girls in bikini. The bus crew was preparing before taking passengers in. He make sure no passenger with food got in, because it is prohibited to eat inside the bus. And, he make sure those 2 girls got their clothes on! So, after some argue, they wore their pairs of cropped tanks and short hot pants. That was not so much bigger compare to the bikini, hahahahha!!

eur-7

So, what is Granny squad actually? That’s was my feeling when i was in black beach…… The time when i arrived, i realized i would be the only one wearing “speedo” tankini and short in this beach….. And that was true. Black beach have some simple-temporer shower cabin across the beach. That was great! For the one who have problem with public-changing-clothes like me…… Plus, wearing swimwear around far from the water also not a nice option. I know, i’m sound prude and probably difficult….. May be i am…. But that’s me anyway. I’d rather walking around in wet clothes than have to change it in public. Or….. the worse, i’d better stay away from the water!

So, the moment i stepped out from the cabin…. i saw some granny wearing one piece swim wear. There i am, joining the granny squad, who don’t show their midriff on public 😀

Bantchi, Be Strong, OK?

Beberapa hari ini muncul berseliweran di timeline saya, foto-foto ladyboy Thailand, yang lagi antri daftar military servcice. Dan mereka…… OMG cakep-cakep! Well, sebenernya, bukan yg cakep bgt gimana…… tapi mengingat mereka itu bekas laki, jadi WOW deh. Coba lihat niiihh……

banci 2

Saya coba cari berita tentang foto-foto ini, tapi ga bisa. Soalnya…….. setelah di google, lha kok yang muncul huruf cacing semua?! Sudah dicoba google translate, hasilnyapun tak maksimal. Pengen nanya temen Thai, takut nya dia lagi sibuk ujian, secara mahasiswa pharmacy itu kalo ujian ga bisa diganggu.

Setelah digging sana-sini, kayaknya emang bener, mereka ini lagi ikutan daftar wa-mil. Dan….. kayak nya baru-baru ini aja, wamil dibuka buat semua yang masih merasa laki-laki. Terus terang saya salut ma mereka, mereka masih merasa “wajib” daftar dan ikut seleksi wamil. Biarpun ntar pastinya ada test pulak, yang menyatakan mereka layak pa ngga.

Saya rasa ini ga aneh sama sekali kan, toh pere banyak juga yang gabung militer. So…….apa bedanya ma tranny? Secara fisik paling ga mereka setara pere asli. Bisa jadi setara lakik. Secara mental……. well, kayak ya ini ga ada hubungannya ma gender ataupun orientasi sexual deh. Kalo psycho, ya psycho ajah.

So….. scanning a bit comments di posting an tersebut…….

sebagian besar ngomong soal agama……

soal sakit……

soal kembali ke jalan yang benar………

dan saya komentar soal sebutan banci, yang berkonotasi penakut. Tahu kan, cowok-cowok kalo lagi nantangin temen cowok nya sesuatu, trus muncul kata-kata “Ga wani? Banci koen!!”

So…… ketika melihat banci Thailand ini mendaftar wamil……. apakah konotasi “penakut” masih pantas untuk para “banci’?

banci

Anyway….. bertahun-tahun yang lalu, saya sampai pada pemikiran bahwa : banci is one of the strongest kind!

Bayangin, cari ukuran baju agak susah, secara biasanya mereka emang lebih gede dari perempuan kebanyakan.

High heels susah cari ukuran yang pas,

Susah cari pekerjaan “wajar”. Anda mau terima banci untuk posisi admin? Biarpun dia memang qualified? You know, kualifikasi-standard-bgt : dibawah 25 thn, lulus SMU, bisa komputer, mau bekerja keras. Mau?

Atau……terima banci buat jadi pembokat? Padahal mereka emang bisa pekerjaan “kewanitaan”. Mau?

Terima banci untuk baby sitter? Padahal ini bagus juga, suami-suami kemungkinan besar ga doyan, wkwkkwkw!

Mereka cuma bisa wajar diterima di salon. Padahal, ga semua bisa nyalon. Kayak perempuan, ga semua juga mahir make up. Dan ga semua laki juga ngerti cara ngganti genteng bocor. Trus, yg ga nyalon, mau kerja apa?? Ya…. jadi PSK itu salah satunya, jadi pengamen salah duanya.

Dan yang paling sedih, kemanapun mereka pergi, mereka selalu dianggap ngga normal, sakit, jadi bahan lelucon…… Dan pendosa besar yang melawan takdir Tuhan.

Jadi, ketika ada yang bilang banci takut menerima kenyataan…….. Really??

Bukannya lebih gampang bagi mereka untuk “pura-pura” laki? Pura-pura suka ma pere. Kayaknya hidup bakal jauh lebih sederhana deh! Ngga ada yang mencemooh, dapat kerjaan layak, dipandang baik dalam tatanan masyarakat……. Gimana? Kedengaran nya jauh lebih baik dari pada jadi banci, kan?! Saya ga pernah ngebayangin, ada orang laki yang ga punya dorongan jiwa feminine kuat, yang “mau” jadi banci. Saya selalu memandang jadi banci itu adalah “keterpaksaan”.

Menurut saya, para banci itu berani menerima kenyataan, dan menjalani dengan segala konsekuensi nya. Bahkan mereka sudah pasti tahu, apa yang bakal mereka terima ketika memutuskan untuk jadi banci….. Dan tetap mereka jalani. That’s what i call brave.

So, buat banci-banci dimanapun kau berada, be strong, OK. God loves you 🙂

 

 

 

 

 

 

Bocah Rambut Gimbal : Cerita Dari Dataran Tinggi Dieng

Ini adalah cerita si ibu guesthouse, tentang bocah-bocah berambut gimbal (dreadlocks) di Dieng dan sekitar nya. Diceritakan sambil duduk mengelilingi “angklo” kaleng besar berisi bara, di dapur guest house. Sementara di luar hujan turun non-stop, kabut tebal menyelimuti Dieng……. bikin malas keluar.

Putri sulung ibu guesthouse, yang sekarang sudah kuliah, dulu nya juga berambut gimbal! Ibu guesthouse dulu juga pernah berambut gimbal, tapi dia sendiri sudah ga ingat-ingat amat. Dan….. ibu sendiri ngga percaya-percaya amat ama fenomena rambut gimbal ini.

Suatu ketika, pas umur 4 tahun an, anak perempuan nya sakit panas tinggi, sampe beberapa kali hampir kejang. Sudah dibawa ke dokter, minum obat turun panas, tapi panas nya tetep ngga mau turun. Saat sakit ini, ibu secara teratur menyisir rambut anak nya. Dia bilang, kalau disisir teratur, rambut ga bakalan gimbal, segitu ga percaya nya dia sama fenomena itu. Si nenek (ibu nya ibu gue house) bilang, kelihatan nya ini sakit karena gimbal nya mau muncul. Akhir nya, ibu guest house menyerah, dia ngga lagi menyisir rambut anak perempuan nya. Lalu…… seperti yang sudah di duga, gimbal nya muncul, lalu demam bocah itu pun turun!

Setiap gimbal baru mau muncul, bocah kecil ini panas demam lagi, dan terus dan terus, sampai ngga muncul gimbal baru! Percaya ga percaya!

Menurut ibu, bocah kecil ini selalu rewel habis-habisan, kalau diajak pengajian. Pertama-tama, pas diajak ke pengajian, dia selalu mau. Tapi….. ntar pas mulai baca doa, dia pun tantrum, ngajak pulang. Ibu bilang, ngga semua bocah gimbal ngga mau diajak pengajian. Ada banyak yang mau-mau aja, kok.

Biasanya,  sore- sore, pas langit memerah, yang bahasa jawa nya “candikolo”, akan muncul bau-bau an dari rambut gembel itu. Kata ibu, kadang baunya haruuuummm, kadang busuuuukkk…. ewww…

Saat mulai masuk playgroup, ibu guesthouse memakaikan kerudung imut pada bocah itu, lalu mengirim nya ke playgroup. Anak-anak lain di playgroup ga mau main sama dia. Mereka bilang, anak ibu serem! Semua pada takut. Ibu percaya, kalau yang mereka lihat itu “penunggu rambut gimbal” anak nya.

Sejak bocah kecil ini masih belum bener ngomong nya, ibu sudah nanya-nanya : “gembel e njaluk opo?” (rambut gimbal nya mau minta apa?) Dijawab, “Jajan bebek”. Itu looooh… snack Tini Wini Biti yang model bebek-bebek. Simple ya, bow? Ibu bilang, permintaan bocah rambut gimbal ini sering aneh, tapi simple. Dia ngga pernah dengar bocah gimbal ini minta barang yang wah atau mahal banget. Tahun berlalu, permintaan nya ngga pernah berubah, pas dirayu biar minta yang lain pun, dia tetep pengen “jajan bebek”.

Tapi……, saat ditanya, gimbal nya dicukur, ya? Bocah ini bilang ga mau. Sampai saat gigi susu nya mulai patah, akhir nya bocah inipun minta dicukur, dan dia langsung menyebut kan nama “mbah dukun” yang boleh mencukur. Setelah rambut gimbal nya dicukur dengan ritual tertentu, anak ibu langsung bisa main sama teman-teman nya, ngga ada lagi yang bilang dia serem. Bau-bau an pas ada candikolo juga menghilang.

Begitu lah cerita ibu guesthouse. Anak ke dua nya, laki-laki, dan ngga tumbuh rambut gimbal. Percaya ga percaya…..

 

Are You Chinese??

Ini kejadian lamaaaaaa buangeetzz! Kejadian pas pertama kali crossing  border, ke luar negeri. Ga jauh, ke Kuala Lumpur. Waktu itu saya ada job foto prewedd. Udah…. pokok nya udix se udix-udix nya! Passport masih baru gress, mengkilap kaku. Waktu itu sudah bebas fiskal, asal punya NP/WP. Saya punya dooooong, baru bikin juga waktu itu. Udah deh, yang pertama-pertama itu emang asoy dan susah hilang dari kepala! Wkwkwkwkwk!

Dengan bantuan teman Indonesia yang sudah pindahan ke KL, kita berhasil menyewa make up artist, yang mau datang ke kamar hotel klien. Bener-bener life saver, secara kita ngga tahu apa-apa soal KL.

Pagi-pagi, jam 5.30, saya dan si bos foto nyamperin klien ke hotel mereka. ketemulah sama “cicik-cicik” tukang make up. Kenapa Cicik? Soalnya tampang nya oriental bangetz…….  Langsung saya ajak omong pake bahasa Inggris. Kan udah terkenal kemana-mana, kalo bahasa Inggris tuh bahasa ke 2 nya orang M’sia. So….. yakin banget si cicik bisa laaah. Setelah beberapa menit basa basi, lalu cicik itu bertanya:

“Are you chinese?”

sing…………hening sejenak……..

Ngga nyangka, pertanyaan sesederhana itu, membuat saya harus mengais-ngais jawaban di dalam kepala saya!!

“No, I’m indonesian!”

Akhir nya…….

Pertanyaan itu….. ternyata membuat saya menyelam lebih dalam lagi, mencari jawaban nya,………. sampai hari ini. Cieeeehhhh!! Dalem ya bow?? Ga ding, ga sampe se drama itu. Tapi emang, sampai hari ini, pertanyaan itu tetap menjadi salah satu cermin buat ngaca-ngaca di dalam hati saya.

Sebenernya, maksud pertanyaan cicik make up artist itu simple aja. Kalo emang saya chinese, dia mo ngomong pake bahasa mandarin aja, kelihatan nya dia kurang nyaman ngomong pake bahasa Inggris. Lagian, muka saya, menurut dia, kayak orang china. padahal, kalo standard Indonesia, atau Surabaya, muka saya ini sudah masuk range nya “embak-embak” Bukan ibu-ibu ya!!! Catet!! #umurEmangBikinSensi

Sementara saya, sebagai warga negara Indonesia — yang semasa kecil nya sering banget diteriakin “Chinoooooo!! Chinooo!!” sama ana-anak di sekitar rumah — Saya agak mix feeling. Merasa “being Chino” tuh ngga ada bagus-bagusnya. Tapi ya…. secara saya manggil oom saya “Encek” dan tante saya “Encim”, kayak nya agak bodoh juga, kalau saya bilang saya bukan china, ato at least ngga ada hubungan nya ama china……

Dan…… gong nya…… Seandainya saya bilang saya ini China, saya ini ngga bisa ngomong bahasa Mandarin!!!Wkwkwkwk.

Mau nyalahin orang yang pernah melarang bahasa mandarin di gunakan di Indonesia?? Percuma! Toh sekarang sudah boleh, saya juga males belajar. Tapi emang, seandainya boleh, si mamah pasti sudah mengajarkan, sejak saya kecil. Secara si mamah ini keturunan ke 2 orang China daratan.

Begitu lah, kita ini sebagai negara, nempel sama yang namanya negara M’sia. Bahasa nya pun serumpun. Tapi secara politik, jauh nyaaaaa……..

Di sebelah itu, orang India tetep India, orang Bangla tetep orang Bangla, orang Inggris tetep orang Inggris dan orang China………… tetep orang China.

Sementara di sini, orang India tetep India, orang Bangla tetep orang Bangla, orang Inggris tetep orang Inggris dan orang China………. engga ada!!

Apakah ini menjadikan bangsa Indonesia jadi lebih baik dari M’sia hari ini? Semua punya pandangan masing-masing, tentu nya. Saya sendiri sudah memutuskan untuk menikmati semua yang terjadi, seperti apa ada nya. Sebuah takdir tuh untuk dijalani, bukan dilawan 😀 Seandainya lukisan, saya ini lukisan cat air. Semua yang telah terjadi dalam hidup saya adalah, coretan di atas kertas Maruman 280 gr, cold press. Lukisan cat air itu khas, setiap coretan nya ngga ada yang bisa disembunyikan 100%. Semua transparant.

So, cicik make up artist, terima kasih sudah memberi tambahan warna dalam “lukisan saya”, hasil nya ternyata menarik!

Revolusi Bemo Surabaya

Hari Kamis malam jam 8 an, saya jalan kaki dari terminal Bratang ke rumah saya di depan Perumahan Purimas, daerah Rungkut. Menurut Google Map, jarak nya 5,9 km, bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 12 min. Buat orang eropa jalan kaki 1 jam tuh termasuk wajar! Traveler-traveler yang saya kenal lewat CS, semua doyan jalan kaki! Lalu, gimana buat saya?? Ya….. kalau 1 jam itu bukan termasuk “walking distance” sih….. Tapi ya bukan yang ga masuk akal juga. Istilah nya “bolehlah, kalo kepaksa”.

map

Sebenarnya, jalan kaki tuh baik, bahkan mungkin bisa dijadikan lifestyle juga, kaya bersepeda. Buktinya, orang Surabaya (Indonesia), kalau lagi jalan-jalan keluar negri, pasti pada banyak jalan kaki! Biarpun pake bus tour, tetep pake jalan kaki kan? Masalah nya, jalan kaki di surabaya ini penuh tantangan. Ga ada trotoar!!! Susah banget mau jalan bersisian sambil ngomong-ngomong sama teman. Jalan di bahu jalan, bolak balik di klakson mobil, rasanya meranaaaaaa gitu!! Jalan di jalur hijau yang super ga rata, pergelangan kaki saya menjerit histeris…… Sedih banget. Seandainya saya punya kuasa atas kota ini, pasti sudah tak suruh bikin trotoar ke mana-mana tuh! Trus pedagang kaki lima boleh pake, tapi cuma 40% dari lebar trotoar!

Lalu….. ngapain coba kemarin saya menempuh jalan panjang ini? Soalnya…… ngga ada bemo, sudah kemalaman. hahaha! Kronologis nya begini : Sore-sore saya jalan di sekitaran rumah, bareng surfer saya, cewek, dari Spanyol. Niat awal cuma cari makan disekitar rumah. Trus ngga tahu ada inspirasi apa, akhir nya setelah makan, kami memutuskan untuk pergi ke Tunjungan Plaza. Berangkat nya sih gampang aja, ada bemo lyn RT dari daerah rungkut ke TP, langsung, ga pake oper. Sebener nya saya sudah tahu, ini bakal kesorean, kita pasti ngga kebagian bemo pulang.

Beneran deeeeehhhh……. jam 6.30 saya keluar dari TP, ngga ada bemo yang saya cari. Akhir nya, saya jalan kaki, ke depan taman Surya, di depan kantor Walikota. Dari situ, saya masih kebagian bemo lyn N ke terminal Bratang. Lyn N ini emang legendaris banget. Duluuuuu kalaaaa… pas kredit motor belom semurah gorengan, bemo lyn ini ngga ada sepi nya. Sampai larut malam, tetap beroperasi. Trayek nya basah banget, sampe banjir, yaitu Jembatan Merah-Bratang. Duluuuuu pas belum ada kaleng krupuk beroda yang biasa disebut mobil murah, banyak bus dari luar kota masuk ke Surabaya, berhenti di Jembatan merah. Karena itu, lyn N selalu kebanjiran penumpang, yang mau “masuk ke kota”.

Sekarang…… Ya tahu sendiri lah. Bemo tuh jaraaaaang banget. Jalan nya pun lambaaattttt. Salah satu surfer sempat bilang, kalau bemo ini kecepatan nya sama ama dia kalo lagi jogging!! Mana bemo demen nge-tem (cari penumpang) di mana-mana, dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, semakin ngga reliable lah bemo. Semakin sedikit orang yang mau memanfaatkan nya. Jadilah lingkaran setan per-bemo an ini makin parah.

Akhir nya….. sambil jalan kaki dari terminal Bratang kemarin, banyak hal yang saya pikirkan…..Seandainya saya punya kuasa atas kota ini, saya bakal membuat REVOLUSI BEMO!!

Bemo semua saya beli! Mulai hari ini, ngga ada bemo swasta, semua pemerintah kota punya!

Supir nya  pake gaji bulanan. Ga peduli jumlah penumpang, harus jalan sesuai jalur dan jadwal!

Saya bakal rombak habis-habisan jalur bemo yang ada. Bikin baru, ngga usah sebanyak yang ada sekarang. Ada jalur primer, yang meng-cover jalan besar. Jumlah armada nya lumayan banyak.  Lalu jalur sekunder, untuk meng-cover daerah perumahan yang luas, kayak daerah rungkut ini. Jumlah nya ga sebanyak jalur primer, tentunya. Lalu jalur tersier, saya kasih ke becak dan ojek aja, hitung-hitung bagi-bagi bisnis kan? Masak semua diambil pemerintah.  

Peta jalur bemo akan disebarkan ke mana-mana. Biar ngga jadi misteri kayak sekarang.

Bemo dibayar dengan kartu top up, dan tunai. Kayak bemo di pinggiran Hongkong.

Buat bemo, saya ga bikin halte. Biar aja bemo berhenti di mana-mana, kayak nya reputasi bemo sebagai raja jalanan Surabaya layak dipertahankan! wkwkwkw! Tapi, saya bikin beberapa check point buat supir bemo, untuk menjaga agar dia ngga terlalu “mleset” dari jadwal nya.  Atau bahkan melarikan diri, alias rehat seenak nya sendiri.

Jam operasional bemo mulai jam 4 pagi sampai jam 12 malam. Sopir nya ganti shift 3 kali.

Begitu lah rencana besar saya…… Sayang nya….. ini cuma mimpi sih…. Sayapun ngga membuat kajian panjang soal ini. Tapi saya rasa sih ya, revolusi bemo saya ini pasti nya jauh lebih manfaat daripada penutupan Dolly……..

 

 

 

 

Sesuatu Yang Saya Pelajari Dari Dongeng

Timun Emas :

Cerita nya bermula dari  sepasang suami istri yang sulit punya keturunan. Akhir nya mereka minta pada “spirit” yang tinggal di pohon besar, supaya di beri keturunan. Spirit itu ternyata berwujud raksasa. Dia mengabulkan permintaan pasangan itu, asal……. kalo sudah pada umur tertentu, anak nya harus diberikan pada raksasa, untuk dia makan. Serem ya bow?? Entah apa yang dipikirakn pasangan itu, mereka setuju!

Pada saat nya mereka harus menyerahkan anak itu, mereka berusaha melarikan diri dari janji mereka sendiri. Berhasil sih, bahkan si raksasa berhasil dibunuh oleh sang anak, yang konon namanya Timun Emas. Entah apa panggilan nya? Munnn Munn… ato Emmm Emmm, yang jelas bukan Mas lah! Orang cewek gitu! Untuk menutup dongeng tentang  “sang pengemplang janji” ini, diceritakan kalo si Timun Emas malah ketemu pangeran gateng, setelah ia membunuh raksasa! Happy ending deeeehhhh…

Dari dongeng itu, saya belajar, kalo pengen sesuatu, kita mesti melakukan apapun untuk mendapatkan nya. Soal konsekuensi nya, bisa dipikirkan ntar. “Ngemplang” janji tuh ga masalah, asal cerdik, kita pasti bisa “nge-les” . Kalo berhasil ngebunuh raksasa, kita bisa ketemu jodoh! wkwkwkkwk Yang paling akhir itu ngaco to the max!

 

 

Hongkong-Macau and a bit more : A bit shocked a la China

from china 1

I know, being well groomed is not a part of woman destiny…. I know some people find that body hair is somehow sexy. But….. for me, sexy top and matchy heels just not go along with unshaven under arm!! After some moment, i found that most of that pretty young woman are not shaved!

Later, i got the answer. Most of them said,  only “bad girl” shaved their under arm…… OK…. I don’t know if it is common view all over China, or no. But i have seen this phenomenon in Guang Zhou girls and Shanghai girls

Hongkong-Macau and a bit more : Octopus trap!

What is so fantastic about a card? It is octopus card i’m talking about! A fantastic card that connect the whole transport system all over HK! MTR, bus, tram, small bus, taxis, ferry, u named it! For the whole area of HK!

In the old walled village, Fan ling,

In the tram to The peak,

the ferry to Chung Chau island,

even in the edge of plover cove,

these tentacles would tackle ur transport payment.

What a convenient system!

octopus 1

Once u get to HK, u can purchase the card in the booth at MTR station, and add some HKD inside. And boom! U become part of Hongkong ers! Marching down to the subs – passing the gate half running – touch the sensor gate with ur card, just like a real HK! Buying Single Journey Ticket pass in the vending machine is soooooo not cewl! hahaha!   Anyway, since i was more than 2 days in HK, octopus card become the most convenient choice. I would use it often anyway, so it would save me from getting more and more confuse with the HKD bank notes. I remember my trip in Bangkok, everytime i need transport, i have to stand for a good couple of minutes, trying to figure out the price, and the bank notes i have. I’m not good in number, i knew it!

After some MTR rides, i realized, octopus card have many form! It could be small card, key chain, cute design, tourist edition, even watch!! I wish i have seen this website, before i headed HK, so i would not amazed by kids, who have their watch scanned on the MTR gate. Well, This octopus has many tentacles, and long ones! Some stores in the subs also except octopus card as payment!

OK, i have wrote so many good things about octopus card, I should have made them pay me for this great post! Hahaha! There is nothing flawless….. In every positive, there is negative, that’s life….. So, what is so bad about Octopus card?  It is soooo convenient,  it is hypnotized u with their advantage, until u realized, u have spent 100 HKD within 2 days!!!!  

Menghapus Memory, Bisakah??

Pernah nih, saya punya beberapa temen cewek seumuran, lajang, dan demen jalan ke Mall, cari diskon-an restoran. Kayak nya tujuan utamanya sih bukan itu, tapi lebih ke cari temen cur-hat! Huahahaha!! Waktu itu,  jaman jahiliyah banget deh! Kalo lihat toko sepatu pasti belok, nyoba-nyoba ngga keruan. Kalo lihat toko baju pasti belok. Kalo lihat hem-hem kantor diskonan pasti beli…. Kalo sekarang sih, udah pada meninggalkan jaman jahiliyah…. Mereka udah pada menikah, bahkan sudah pada punya bayi, 2 pulak!! Saya juga udah keluar dari jaman jahiliyah, biarpun tetep lajang dan belom punya anak.

Di suatu sesi “girls talk” miss Sweet mengeluarkan teori “panu”. Yaitu, masa di mana hati kita masih juga berkutat dengan mantan pacar. Masih teringat masa-masa bahagia, masih teringat dia dulu pernah begitu baik……

Kenapa panu? Soalnya, kata Miss Sweet, fenomena ini persis panu! Gatal, memalukan, dan perlu di tutup-tutupi! Kalo di tanya temen : “I’m Ok, i’ve move on! It is his/her lost, not mine” Tapi pulang…… kunci kamar…. nangis….. Karena itu…. panu mesti disembuhin, soalnya ganggu! Ganggu di saat ini, dan ganggu di masa yang akan datang.

Kalo saya sih…. saya ga setuju ama teory panu. Kalo soal “move on” itu lain soal. Namanya juga belom move on, artinya kita masih stuck di hari di mana kita patah hati. Lha….hari berjalan, matahari berputar, mana bisa kita diem aja di situ?  Semua pada akhir nya, besok ato lusa, harus move on! Tapi….. apa salah nya dengan memory? Kenapa harus menghilang kan memory?

Dan…. bisa kah dihilangkan?

Kalo saya sih….. meyakini kalo memory ngga akan hilang, dan buat apa dihilang kan? Saya ngga melihat ada yang salah dengan menyimpan memory bahagia sama seseorang. Biarpun…..akhir nya orang itu pergi, dan saya patah hati berat…  Terus terang nih, kalo saya melihat foto-foto pemandangan yang indah, hati saya senang, lha kenapa saya ngga boleh punya “foto” yang indah di dalam hati saya?? Selama saya tahu bahwa itu masa lalu, dan saya ngga mau ke sana lagi (lagi pula ngga bisa!!! Oh ya, saya ngga percaya teory time travelling) yang artinya saya move on….. semua nya akan baik-baik aja. Tapi Miss Sweet bilang saya panuan! Igh!!

Gara-gara nonton “Eternal Sunshine of the Spotless Mind” saya jadi teringat lagi soal panu ini.  Ceritanya,  Clemetine (Kate Winslet) yang lagi pacaran ama Joel (Jim Carey), merasa kalo relationship nya “sucks” dan dia mau lepas dari itu semua. Karen aitu, Clemetine pergi ke Lacuna, klinik buat menghapus ingatan soal Joel.  Begitu tahu kalo dirinya sudah di hapus dari memory Clemetine, Joel BT dan langsung mengunjungi Lacuna untuk balas menghapus ingatan nya tentang Clementine.  Nah…. dua-dua nya bebas panu sekarang!! Apa semuanya bakal baik-baik aja??

Ternyata engga. Dalam proses penghapusan, Joel merasa, dia ngga mau kehilangan Clementine dari ingatan nya. Soalnya…. memory itu emang indah! See….memory yang indah emang layak dipertahan kan! Setelah proses selesai, semua udah pada lupa, Joel lupa ama Clementine, Clementine juga lupa ama Joel….. Pas mereke ketemu lagi…… Tahu apa yng terjadi? Mereka saling tertarik lagi!

Ya elah…. susah-susah menghapus ingatan, ternyata “rasa itu” tetep balik!!

Di klinik Lacuna, ada cewek admin, namanya Mary (Kirsten Dunst). Ternyata, dia juga menjalani prosedur penghapusan ingatan, soalnya dia cinta sama “doctor eraser” alias  Dr. Mierzwiak, si boss di Lacuna.  Padahal, Dr. Mierzwiak punya keluarga…. Setelah proses penghapusan yang menyakitkan, hidup berjalan seperti biasa, semua move on. Mary dating lagi ama pegawai Lacuna seumuran dia,  namanya Stan (Mark Ruffalo). kayaknya Mary bahagia juga ama Stan.  Dr. Mierzwiak balik ke keluarga nya, dan jadi boss yang baik di Lacuna.  Tapi…… ternyata, Mary jatuh cinta lagi sama Dr. Mierzwiak!

Sekali lagi……susah-susah menghapus ingatan, ternyata “rasa itu” tetep balik!!

Kayak nya, perasaan yang tulus tuh, ga bisa dihapus deh. Lain cerita, kalo suka nya itu karena alasan-alasan tertentu, misalnya suka sama si Apeng gara-gara dia bisa masak kwetiau enak bnaget! Pas si Apeng masakan nya ga enak lagi, ga usah mengunjungi Lacuna, rasa suka pun lenyap!

So….. apa saya panu-an? Kata saya, engga! Kalo kata Miss Sweet mungkin iya, tapi…. saya ngga peduli penilaian mu, Miss….maaf ya 😀

Ternyata…. Google bisa mengalahkan CS nya BCA!!

Ternyata…….

Ada yang lebih pintar dari pada CS nya BCA!!

Saya kira selama ini CS nya BCA tuh salah satu korps CS yang paling berdedikasi dan kompeten! Alias paham bener dengan apa yang ada di meja nya.

Coba bandingin sama CS nya Telkom di Plaza Telkom. Ngga ngerti apa-apa, ditanya ngga bisa njawab, sekali nya njawab ngaco sengaco-ngaco nya! Apa lagi squad on line nya, lebih parah lagi. Kayak nya telpon pengaduan 147 itu tak berguna sama sekali deh!

Atau, CS nya GraPari Telkomsel. Ironis bow!! CS nya muda-muda, dandanan nya “remaja masa kini” rambut tegak menantang langit, bau harum semerbak menantang dhemit! Hhihihiih!! Ternyata…. ngga ngerti produk! Saya masuk dengan sebuah masalah, lalu saya keluar dengan 3 masalah! Bukan menyelesaikan masalah, malah melipat ganda kan masalah!

Seandainya CS itu outsourcing sekali pun, mesti nya itu juga bukan alasan buat ngga ngerti apa-apa, kan?

Balik ke CS nya BCA. Setelah bertahun-tahun menyaksikan kehebatan korps CS BCA membinasakan berbagai masalah yang dihadapi nasabah….. Akhirnya, tibalah di suatu hari, di mana saya menyaksikan, mereka dikalahkan oleh master Google!! Iya bow, ternyata Google Yang Maha Tahu, lebih pintar dari CS nya BCA!

Ceritanya, saya punya account Paypal yang sudah saya verified lewat kartu kredit HSBC. Saya ngga punya rekening di HSBC sih, yang saya punya tuh rekening bank dalam negri yang paling tersohor, yaitu BCA. Saya tahu, Paypal bisa mentransfer dana ke bank lokal Indo, pacar kakak saya biasa meng-uangkan lewat Danamo. Saya pikir nih, “Danamon aja bisa, apa lagi BCA, gitu loh??” Dia kan bank lokal pertama yang bisa e-banking! Paypal pastinya bukan masalah dooooong!!

Berbekal setumpuk keyakinan yang dasarnya dari ke-soktahu-an,  saya melangkah pongah  menghampiri CS nya, dan menanyakan kode internasional bank BCA. Kode apa itu? Itu adalah kode unik berupa 7 digit angka, Paypal minta kode itu untuk pencairan dana. Dan jawaban nya : Ngga ada! BCA ngga bisa mencairkan dana dari Paypal!

Saya terpukul banget, bayangin, Danamon yang ibaratnya anak kemarin sore aja bisa, masak BCA yang udah eyang-eyang tak bisa?? Akhirnya, dengan lunglai, saya kuburkan keyakinan saya bahwa saya bisa menarik dana dari Paypal langsung ke BCA. Karena BCA cabang itu rada sepi, jadi CS nya agak-agak ingat pada saya, perempuan aneh yang menyarankan agar BCA bisa “berkenalan” dengan Paypal segera. Beberapa kali saya berkunjung ke cabang itu, saya sempatkan basa basi soal Paypal tersebut.

Sampai… suatu hari, seorang teman bertanya pada mbah Google soal BCA ini. Dan….jawaban nya : Google tahu, 7 digit angka itu!! Hebat ya!! Bahkan Google lebih tahu dari pada CS nya BCA! Bego nya saya… kok ngga dari dulu, saya nanya sama mbah Google sih? Tiwas duit saya muter-muter sampe ke Danamon pacar kakak saya!! Saya terlalu yakin akan kompetensi CS nya BCA sih!

Oh  ya, buat yang butuh, ini 7 digit sialan itu 0140012

%d bloggers like this: